Bitcoin Kembali Sentuh Rekor Tertinggi US$ 112.000
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bitcoin (BTC) melonjak ke level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), mendekati US$ 112.000 pada Kamis (9/7/2025) pukul 03.00 waktu Indonesia. Kenaikan antara lain didorong oleh meningkatnya selera risiko dan permintaan institusional yang terus berlanjut seiring para pelaku pasar keuangan tradisional merangkul mata uang kripto terbesar di dunia.
Rekor baru ini menandai ketiga kalinya koin kripto nomor wahid ini menetapkan level tertinggi sepanjang masa pada tahun 2025, setelah level tertinggi barunya di 22 Mei yang juga dikisaran US$ 112.000.
Melansir Coinmarketcap, Bitcoin mencapai rekor tertinggi di US$ 111.988 dan terakhir naik 0,4% di US$ 111.259. Sejak awal tahun, Bitcoin telah menguat lebih dari 18%. Sementara pada Kamis (10/7/2025) pukul 06.50 WIB harga Bitcoin (BTC) sedikit menurun dan menembus level US$ 111.435,18, mencatat kenaikan harian sebesar 2,23%. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini tercatat mencapai USD 2,21 triliun, naik 2,22% dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan harga tersebut didorong oleh meningkatnya volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang tercatat sebesar US$ 57,85 miliar, atau melonjak 34,41%. Jumlah pasokan beredar (circulating supply) saat ini mencapai 19,89 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.
Baca Juga
Awal Pekan Harga Bitcoin Ceria, Bakal Capai Titik Tertinggi Baru?
Sepanjang 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat terkoreksi hingga mendekati US$ 108.000 pada siang hari, sebelum akhirnya melonjak signifikan menjelang dini hari dan terus menguat hingga pagi ini. Bitcoin tetap menempati posisi teratas di pasar kripto global dengan dominasi pasar yang kuat dan profil performa maksimal (100%). Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, investor tampak kembali optimistis terhadap aset kripto nomor satu ini, yang juga mencatat Fully Diluted Valuation (FDV) sebesar US$ 2,34 triliun.
Melansir Reuters, Kamis (10/7/2025) analis pasar menilai kenaikan ini turut didorong oleh ekspektasi investor terhadap potensi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS serta meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto.
Hanya sedikit alokasi modal canggih yang dapat memperoleh eksposur ketika kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$ 100-200 miliar. Kini, karena aset tersebut diukur dalam triliunan, hampir setiap alokasi modal di dunia dapat memanfaatkan eksposur tersebut.
Baca Juga
Harga Bitcoin Sempat Turun Lagi ke US$ 107.000 Meskipun Arus Masuk ETF Besar-besaran
Kebijakan ramah kripto dari pemerintahan Trump telah memperkuat aset digital secara keseluruhan, membuka sumber modal bagi sektor ini. Misalnya, Trump Media & Technology Group (DJT.O), yang dikelola oleh keluarga presiden AS, berencana meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang akan berinvestasi dalam berbagai token kripto, termasuk Bitcoin, Ether, Solana, dan Ripple, menurut laporan yang diajukan kepada regulator pasar AS pada hari Selasa.
Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH), mata uang digital terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, juga mengalami reli, mencapai level tertinggi satu bulan di US$ 2.794 pukul 02.55 waktu Indonesia. ETH pagi ini masih diperdagangkan naik 6% di US$ 2.775. Saham-saham terkait kripto lainnya juga menguat. Strategy (MSTR.O), yang didirikan bersama oleh tokoh terkemuka dalam gerakan perbendaharaan Bitcoin, Michael Saylor, naik 4,7% menjadi US$ 415,41, sementara Coinbase Global (COIN.O), naik 5,4% menjadi US$ 373,85.

