BEI Dorong Transformasi Perusahaan Lewat IPO Saham: Bukan Sekadar Aksi Korporasi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) saham bukan sekadar aksi korporasi, melainkan transformasi menyeluruh menuju status perusahaan terbuka yang berkelanjutan dan profesional.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa IPO adalah keputusan strategis fundamental, yang biasanya hanya dilakukan sekali dalam sejarah berdirinya sebuah perusahaan. Karena itu, BEI mengedepankan kesiapan menyeluruh calon emiten, mulai dari tata kelola, kinerja keuangan, hingga kualitas manajemen dan equity story.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Pangestu Anjlok Saat Penawaran Umum Saham Anak Usaha CDIA Dibuka, Ada Apa?
“Kami mendorong perusahaan untuk benar-benar siap agar sukses saat dan setelah IPO. Meski persiapan bisa lebih panjang, hasilnya akan lebih kokoh,” ujar Nyoman dalam pernyataannya, Rabu (2/7/2025).
BEI menerapkan standar evaluasi yang konsisten terhadap setiap dokumen pencatatan efek, baik dari aspek formal sesuai regulasi maupun non-formal seperti kelangsungan usaha (going concern), kredibilitas manajemen, dan kesiapan struktur perusahaan terbuka.
Untuk menjaring lebih banyak perusahaan IPO, BEI aktif melakukan edukasi dan pendampingan melalui berbagai inisiatif seperti Go Public Workshop, Coaching Clinic, One-on-One Meeting, hingga Networking Event yang mempertemukan calon emiten dengan pelaku pasar modal, termasuk underwriter dan investor.
Baca Juga
Hapsoro Berpeluang Kuasai 19,68% Saham MINA Usai Rights Issue Rp164 Miliar
Selain itu, BEI tengah menyusun kajian strategis IPO bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk korporasi besar, investor institusi dan ritel, serta lembaga pemerintah. Tujuannya adalah menggali minat, tantangan, dan harapan dunia usaha terhadap pasar modal, sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan regulasi dan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan bahwa transformasi menuju perusahaan publik bisa dilakukan secara efisien, akuntabel, dan memberikan nilai jangka panjang,” tutup Nyoman.

