TOWR Gelar Rights Issue Rp 5,49 Triliun, Danai Protelindo Bayar Utang Jumbo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) siap menggelar aksi korporasi besar berupa penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan target dana sebesar Rp 5,49 triliun. Dana jumbo ini akan digunakan oleh anak usahanya, Protelindo, untuk membayar utang lebih dari Rp 7 triliun.
Aksi emiten yang dikendalikan Djarum Group ini mencakup penerbitan 8,08 miliar saham baru, setara 13,91% dari modal disetor, dengan harga pelaksanaan Rp 680 per saham. Penawaran hak memesan efek ini direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Juli 2025.
Baca Juga
Sarana Menara Nusantara (TOWR) Dapat Rekomendasi ‘Buy’, Target Harganya Segini
“Seluruh dana rights issue akan digunakan untuk penyertaan modal ke Protelindo, yang akan digunakan membayar sejumlah kewajiban utang bank,” jelas manajemen TOWR dalam keterbukaan informasi.
PT Sapta Adhikaru Investama (SAI) sebagai pemegang saham mayoritas (52,46%) menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan tidak mengalihkan HMETD tersebut. Sebaliknya, PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan milik Grup Djarum dengan kepemilikan 8,33%, menyatakan akan melaksanakan haknya sepenuhnya.
Protelindo akan memanfaatkan dana hasil penyertaan tersebut untuk membayar utang ke berbagai bank, antara lain:
- Rp 1,83 triliun ke Bank SMBC Indonesia
- Rp 1,55 triliun ke MUFG Bank
- Rp 799 miliar ke HSBC Indonesia
- Rp 500 miliar ke Bank BNP Paribas Indonesia
- Rp 407,82 miliar ke Bank Danamo
- Rp 500 miliar ke Bank QNB Indonesia
Terkait prospek sahamnya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Daniel Widjaja sebelumnya telah mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TOWR dengan target harga Rp 900 per saham, dan rasio EV/EBITDA sebesar 8,8x pada 2025.
Baca Juga
Menurutnya, TOWR termasuk saham defensif yang didukung kontrak menara jangka panjang dan margin tinggi. Kinerja keuangan juga menunjukkan stabilitas, didorong ekspansi fiber optik dan peluang strategis lewat M&A.
Hingga kuartal I-2025, TOWR membukukan pendapatan naik 5,3% yoy menjadi Rp 3,2 triliun, EBITDA solid Rp 2,7 triliun dengan margin 83,5%, dan laba bersih Rp 803 miliar, tumbuh 5,3% yoy. Kontribusi pendapatan dari bisnis fiber meningkat dari 19,5% menjadi 22,4% seiring pertumbuhan tahunan mencapai 20,7%.

