Sarana Menara Nusantara (TOWR) Dapat Rekomendasi ‘Buy’, Target Harganya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapat rekomendasi beli (buy) dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan target harga Rp 900. Pada Rabu (11/6/2025) hari ini, harga saham TOWR bertengger di level Rp 540.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja menegaskan, peringkat beli yang dipertahankan untuk TOWR menyiratkan proyeksi rasio valuasi Enterprise Value/Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/EV EBITDA) 8,8 kali pada 2025.
“Hal ini didukung oleh pendapatan dan EBITDA perusahaan yang tangguh di tengah ketidakpastian makro,” jelas Daniel dalam riset yang dipublikasikan,Rabu (11/6/2025) hari ini.
Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan, sebagai salah satu saham defensif, TOWR didukung kontrak menara jangka panjang dan margin aset tinggi. Hal ini dapat memastikan stabilitas pendapatan perusahaan.
Baca Juga
Bisnis Infrastruktur Telko Terdorong Fixed Broadband, Bagaimana Target Saham TOWR, MTEL, dan TBIG?
“Kami konstruktif terhadap ekspansi fiber melalui M&A (mergers and acquisitions) strategis, menangkap permintaan data yang meningkat dan mendukung pertumbuhan jangka panjang,” tutur dia.
Pemotongan suku bunga acuan Bank Indenesia (BI-Rate) baru-baru ini, menurut Daniel, juga dapat memberikan dorongan pendapatan bagi Sarana Menara Nusantara.
“Risiko utama yang mungkin memengaruhi rekomendasi saham ini adalah tantangan pelaksanaan peluncuran fiber dan pertumbuhan penyewa menara TOWR yang lebih lambat dari yang diharapkan,” papar dia.
Kinerja Tangguh
Perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan 5,3% (yoy) menjadi Rp 3,2 triliun pada kuartal I-2025. Hal ini didorong pertumbuhan fiber yang kuat, sekitar 20,7% (yoy), yang kini menyumbang 22,4% dari total pendapatan. Kontribusinya juga naik dari 19,5% tahun lalu.
Pendapatan dari bisnis menara perseroan stabil dengan kenaikan 2,9% (yoy), sementara EBITDA mencapai Rp 2,7 triliun dengan margin solid sebesar 83,5%. “Keduanya sesuai dengan estimasi,” imbuh Daniel.
Daniel Widjaja menjelaskan, laba bersih Sarana Menara Nusantara mencapai Rp 803 miliar atau naik 5,3% (yoy) dalam tiga bulan pertama tahun ini. Namun dibandingkan kuartal IV-2024, total keuntungan perusahaan sedikit menunjukkan penurunan karena faktor musim, tetapi masih memenuhi ekspektasi.
“Kami mengharapkan kinerja yang lebih kuat di kuartal mendatang, didukung oleh konsolidasi PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang dimulai pada kuartal II-2025 dan momentum yang berkelanjutan di segmen fiber,” jelas Daniel.
Baca Juga
Rights Issue Angkat Potensi Pertumbuhan Sarana Menara (TOWR), Bagaimana dengan Sahamnya?
Sarana Menara Nusantara juga terlihat terus meningkatkan kepemimpinannya dalam infrastruktur digital, dengan total menara mencapai 35.506 yang naik 14,4% (yoy) dan perluasan peluncuran fiber to the tower (FTTT) hingga 118.913 km yang bertambah 19,8% (yoy).
Sementara itu, sambungan fiber optik ke rumah atau fiber to the home (FTTH) perseroan tetap kuat. Kenaikan jumlah rumah yang dilalui jaringan (homepass) FTTH sebesar 68% (yoy) dan penambahan sambungan internet ke rumah dari jaringan tersebut sebanyak 46,5% (yoy), menandakan adopsi fiber yang kuat dan potensi monetisasi.
“Di sisi lain, rasio penyewa menurun menjadi 1,63 kali karena konsolidasi penyewa, strategi pertumbuhan yang lebih luas tetap utuh,” ucap Daniel.
Dia juga menilai, pembangunan jaringan TOWR yang agresif dan jangkauan fiber yang semakin dalam, memosisikan perusahaan dengan baik, terutama untuk menangkap permintaan data yang melonjak di seluruh wilayah Indonesia yang kurang terlayani.
Modal dan Akuisisi Strategis
TOWR akan menghimpun dana hingga Rp 9 triliun melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 15 miliar saham, yang disetujui pemegang saham. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat neraca dan mendanai M&A di masa mendatang.
Baca Juga
Target Saham Sarana Menara (TOWR) Direvisi Naik, Analis Ini Ungkap Pemicunya
Suntikan modal tersebut diharap dapat menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (gearing) dari 2,5 kali menjadi 1,6 kali dan meningkatkan rasio utang bersih/EBITDA menjadi 4,1 kali pada tahun fiskal 2025. Hal ini dapat turut meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam lanskap yang padat modal.
Sejalan dengan strategi yang berfokus pada serat optik, TOWR telah mengakuisisi 40% saham DATA seharga Rp 535,7 miliar dengan EV/EBITDA yang wajar sebesar 7,6 kali pada tahun fiskal 2024.
“Kesepakatan ini semakin memperkuat posisi TOWR dalam infrastruktur serat optik, dengan konsolidasi yang akan dimulai pada kuartal kedua tahun fiskal 2025,” kata Daniel Widjaja.

