IHSG Dibuka di Zona Merah, Sebaliknya Tiga Saham Ini Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/7/2025), dibuka melemah 18,94 poin (0,27%) menjadi 6.896. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi sebagian besar bursa saham Asia.
Penyeret utama indeks pagi ini datang dari saham sektor material dasar, konsumer non primer, keuangan, property, dan teknologi. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, konsumer primer, kesehatan, transportasi, dan industry.
Baca Juga
Meski IHSG dibuka melemah, sejumlah saham tetap perkasa, seperti saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 26,90% menjadi Rp 250, PT Pakuan Tbk (UANG) naik 18,10% menjadi Rp 248, dan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) naik 9,76% menjadi Rp 90. Sebaliknya kenaikan pesat melanda saham WGSH, LEAD, dan ISSP.
Kemarin, IHSG ditutup tipis sebanyak 12,32 poin (0,18%) menjadi 6.915 dengan penjualan bersih saham oleh pemodal asing mencapai Rp 695,75 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 200,17 miliar, ANTM Rp 98,38 miliar, dan BBCA Rp 76,77 miliar.
Baca Juga
Bidik Posisi Nomor Satu di Bidang Data dan AI dalam Tiga Tahun, Metrodata (MTDL) Tempuh Aksi Ini
Pelemahan kemarin dipicu atas penurunan saham perbankan. Sektor dengan penurunan paling dalam melanda mayoritas sektor saham, seperti keuangan 0,78%, sektor industry 0,63%, sektor konsumer non primer 0,50%, sektor energi 0,38%, dan sektor property 0,41%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer, sektor material dasar, sektor teknologi.
Meski IHSG turun, sejumlah saham berikut torehkan penguatan harga, yaitu saham PT Sanuhasta Mitra Tbk (MINA) naik 34,15% menjadi Rp 110, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 32,21% menjadi Rp 197, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 19,39% menjadi Rp 141, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 12,50% menjadi Rp 630, dan PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA) naik 12,33% menjadi Rp 82.

