Usai Tuntaskan IPO Saham, Fore Kopi (FORE) Bidik Penambahan 140 Outlet dalam Dua Tahun
JAKARTA, investortrust.id - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), berencana membuka 140 outlet kopi dalam dua tahun ke depan. Penambahan gerai secara agresif tersebut dilakukan setelah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sahamnya rampung dalam waktu dekat.
Fore Coffee yang nantinya menggunakan kode saham FORE, menargetkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2025. Fore Coffee akan menawarkan sebanyak 1,88 miliar saham setara dengan 21,08% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Fore Coffe menetapkan harga penawaran dalam rentang Rp 160 - 202 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup maksimal Rp 379,8 miliar. Perseroan telah menetapkan periode penawaran awal (book building) paling lambar 21 Maret 2025. Sedangkan masa penawaran umum (indikatif) dimulai pada 26 Maret sampai dengan 9 April 2025.
Baca Juga
Fore Kopi (FORE) Gelar IPO 21,08% Saham, Segini Target Dana Diincar
CEO Fore Coffee Vico Lomar mengatakan, perseroan optimistis lanjutkan pertumbuhan di tengah pertumbuhan pasar kopi premium Indonesia. “IPO saham ini akan memberikan kami sumber daya yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang tersebut,” ujar Vico Lomar dalam Investor Gathering di Jakarta, Jumat, (21/3/2025).
Terkait penggunaan dana IPO saham, dia mengatakan, sebanyak 76% akan digunakan untuk memperluas jaringan outlet Fore Coffee di seluruh Indonesia. Ekspansi ini bertujuan memperkuat posisi Fore Coffee sebagai pemimpin pasar kopi premium di Indonesia dengan menghadirkan standar layanan terbaik, produk berkualitas, serta inovasi menu yang selaras dengan preferensi pelanggan.
Selain itu, perusahaan menargetkan segmen pasar yang mengutamakan pengalaman menikmati kopi dalam suasana modern dan nyaman. Perusahaan juga akan mengalokasikan 18% dana hasil IPO saham untuk mengembangkan bisnis dengan membuka outlet donat baru melalui anak perusahaannya, dan 6% untuk modal kerja.
Baca Juga
Mengenaskan! Asing Lanjutkan Net Sell Rp 2,35 Triliun Didominasi Tiga Saham Bank Ini
Dalam tujuh tahun perjalanan, Fore Coffee telah mengukuhkan diri menjadi bagian budaya kopi di Indonesia dan berkembang pesat dengan membuka 217 gerai yang tersebar di 43 kota di Indonesia dan Singapura per September 2024.
Pertumbuhan signifikan ini diperkuat dengan pembukaan 61 outlet baru sepanjang 2024, menandai pertumbuhan outlet terbanyak secara year on year (yoy). Strategi ini membuahkan pertumbuhan penjualan yang sangat kuat.
Pertumbuhan Kinerja
Penjualan bersih melonjak Rp 418 miliar atau 135% yoy menjadi Rp 727 miliar per September 2024, dari Rp 309 miliar pada September 2023. Mendorong penjualan bersih tumbuh rata-rata 112% per tahun, di periode 2021 sampai dengan 2023. Dari Rp 107 miliar di 2021 menjadi Rp 482 miliar di 2023.
Selain pertumbuhan penjualan, Fore Coffee berhasil meningkatkan laba secara signifikan. Laba kotor tumbuh Rp 252 miliar atau naik 128% yoy mencapai Rp 447 miliar pada September 2024, dibandingkan Rp 195 miliar pada September 2023. Rata-rata pertumbuhan laba kotor di periode 2021 sampai 2023 sebesar 122%. Pertumbuhan EBITDA Fore Coffee juga naik 187% secara yoy menjadi Rp 135 miliar pada September 2024.
Baca Juga
Perputaran Uang Selama Lebaran 2025 Diprediksi Turun, Ini Alasan Pemerintah
Hiingga lima tahun ke depan, dengan potensi market size mencapai US$ 12,6 miliar atau setara Rp 206 triliun. Fore Coffee memahami kopi bukan sekadar minuman, tetapi sudah menjadi gaya hidup modern.
Sementara itu, Komisaris Utama Fore Coffee dan Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menilai IPO Fore Coffee menjadi momen bersejarah yang mencerminkan kokohnya model bisnis berkelanjutan mereka. “Kami yakin IPO ini akan mempercepat proses ekspansi Fore Coffee untuk membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak pecinta kopi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

