JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Panin Tbk (PNBN) akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (26/6/2025) hari ini. Namun jelang RUPST, dua petinggi di bank yang dimiliki oleh keluarga Gunawan melalui PT Panin Financial Tbk (PNLF) yakni Gregory James Terry sebagai komisaris dan Haryono Wongsonegoro direksi mengundurkan diri.
"Pengunduran diri tersebut akan dibahas didalam RUPST Tahunan yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Juni 2025," tulis Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/6/2025).
Menilik lebih jauh, dua petinggi yang mengundurkan diri itu, salah satunya memiliki afiliasi dengan ANZ Group Holdings Ltd, raksasa bank Australia, yakni Gregory James Terry. Gregory sebelumnya merupakan adviser ANZ Bank.
Sementara itu menurut kabar yang diterima Investortrust, Bank of China tengah melirik Bank Panin. Bank of China (BOC) adalah salah satu bank terbesar di dunia dan merupakan bank tertua yang beroperasi secara berkelanjutan di Tiongkok. Bank ini didirikan pada tahun 1912 dan memiliki peran penting dalam sejarah ekonomi Tiongkok, termasuk sebagai bank sentral, bank devisa internasional, dan bank perdagangan internasional khusus. Saat ini, Bank of China adalah bank komersial milik negara Tiongkok dengan kantor pusat di Beijing.
Panin Bank sendiri memiliki layanan pengiriman uang (remittance) ke berbagai negara, termasuk China. Layanan ini memungkinkan pengiriman uang dalam mata uang US$ ke lebih dari 800 kantor bank utama di seluruh China.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi jawaban dari pihak manajemen Bank Panin atas kabar tersebut.
Adapun saat ini, PT Panin Financial Tbk (PNLF) tetap menjadi pemegang saham pengendali langsung dengan kepemilikan 46,04% saham PNBN. Namun, terjadi perubahan kepemilikan tidak langsung di mana saham PNLF yang sebelumnya dimiliki oleh Votraint No. 1103 Pty Ltd (entitas di bawah ANZ Group) telah dialihkan kepada perusahaan baru bernama ANZ Funds Pty Ltd. ANZ Funds Pty Ltd merupakan entitas baru yang sepenuhnya dimiliki oleh Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ), sama seperti Votraint sebelumnya.
Perubahan ini tidak berdampak pada operasional atau kendali langsung terhadap PNBN, sebab baik Votraint maupun ANZ Funds dimiliki oleh grup yang sama (ANZ). Tujuan pengalihan ini adalah untuk restrukturisasi internal dalam grup ANZ agar lebih selaras dengan struktur hukum dan kepatuhan mereka secara global.