Simak Target Harga Saham Bank, Saham PNBN hingga BBCA Tawarkan Potensi Cuan Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyuntikkan dana senilai Rp 200 triliun ke perbankan BUMN untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Masuknya dana tersebut bisa mendongkrak margin bunga bersih (NIM) bank, khususnya Bank BUMN. Lalu, bagaimana dampaknya bagi saham sektor perbankan?
Lima bank BUMN penerima dan besar dana yang diperoleh, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) masing-masing Rp 55 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) Rp 25 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.
Baca Juga
Saham Astra International (ASII) Direvisi Naik, Dua Katalis Ini Jadi Penopang
Analis Samuel Sekurtias Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi dalam riset yang diterbitkan beberapa hari lalu menyebutkan bahwa pemerintah menyebutkan bahwa injeksi dana ini bertujuan untuk menurunkan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan-to-Deposit Ratio/LDR) serta memberikan ruang likuiditas lebih besar bagi bank untuk memperluas kredit. Dana ini harus difokuskan pada penyaluran pinjaman produktif, bukan pembelian obligasi.
Biaya dana tergolong murah sekitar 3,8% atau sekitar 80% dari BI 7-Day Reverse Repo Rate saat ini 4,75%. Alhasil penempatan dana ini berpotensi menurunkan biaya deposito berjangka rata-rata sekitar 15 bps, meski biaya dana (cost of funds) keseluruhan kemungkinan tetap naik 3 bps.
Efek terbesar dari penyaluran dana ini akan diterima bank BBNI, BBRI, dan BBTN, karena penempatan dana ini memungkinkan repricing yang lebih efisien. Secara industri, LDR diperkirakan membaik sekitar 420 bps menjadi 92,6%, sehingga membuka ruang bagi pertumbuhan kredit.
Baca Juga
Harga Emas Turun Imbas Penguatan Dolar, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Namun demikian, Samuel Sekuritas mengungkapkan bahwa jika penyaluran kredit tertunda, bank justru berpotensi menanggung biaya bunga lebih tinggi yang dapat menekan net interest margin (NIM). Dorongan untuk menyalurkan kredit ke UMKM juga berpotensi meningkatkan risiko kualitas aset dan non-performing loan (NPL).
Aliran dana untuk mendongkrak likuiditas perbankan bersama pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 50 bps dalam sebulan terakhir menjadi katalis jangka pendek-menengah bagi saham perbankan. Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk merekomendasikan netral saham perbankan dengan saham pilihan teratas BBCA didukung biaya kredit (CoC) rendah 0,5%, dibanding rata-rata sektor 1,6%, basis dana murah (CASA) terkuat, serta ROE tertinggi 25,2% dibanding sektor 18,4%.

