Pendapatan Naik, Laba Bank Panin (PNBN) Malah Turun 16% Jadi Rp 2,53 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin (PNBN) mencatat perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,53 triliun tahun 2023, turun sebesar 16,77% year on year (yoy) dari Rp 3,04 triliun tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip, Sabtu (24/02/2024), Bank Panin berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 14,58 triliun tahun buku 2023, naik 4,90% yoy dari Rp 13,90 triliun tahun 2022.
Baca Juga
Sari Roti (ROTI) Akan Lepas 39 Juta Lembar Saham Hasil Buyback
Meski begitu, beban bunga Bank Panin mengalami kenaikan sebesar 35% yoy dari Rp 5,38 triliun tahun 2023 dari periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 3,95 triliun. Alhasil pendapatan bunga bersih yang dikantongi turun menjadi Rp 9,20 triliun dari Rp 9,94 triliun di 2022.
Peningkatan juta terlihat dari perolehan pendapatan operasional termasuk fee based income maupn pendapatan transaksi valas dan lainnya dengan total sebesar Rp 2,57 triliun tahun 2023 dari Rp 1,99 triliun di tahun 2022.
Pada lain sisi beban operasional Perseroan tercatat menurun menjadi Rp 5,34 triliun dari Rp 5,080 triliun. Adapun laba operasional mengalami penurunan menjadi Rp 3,67 triliun di tahun 2023 dari posisi Rp 4,07 triliun di tahun buku 2022.
Baca Juga
Ikappi Minta Pemerintah Segera Gelontorkan Beras ke Pasar Tradisional dan Awasi Distribusi
Secara total Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp 3,77 triliun, turun dari posisi EBITDA tahun 2022 yang tercatat Rp 4,08 triliun. Dari perolahan laba tadi, Bank Panin mencatat laba per saham yang turun menjadi Rp 105,11 dibanding laba per saham yang dicatatkan tahun 2022 sebesar Rp 126,28.
Untuk neraca, total asset Perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp 222,01 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 212,43 triliun per 31 Desember 2022. Jumlah ekuitas juga naik menjadi Rp 53,31 triliun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp 50,71 triliun.
Sementara jumlah liabilitas tercatat kenaikan menjadi Rp 158,14 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 151,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

