Emiten Pemilik Indomaret (DNET) Tebar Dividen Rp 70,92 Miliar, Setelah ‘Puasa Berbagi’ Hampir 10 Tahun
JAKARTA, investortrust.id – Hoding perusahaan ritel, yakni PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp 70,92 miliar dari keuntungan 2024.
Sebelumnya, holding perusahaan ritel, restoran cepat saji, makanan, dan pengembang serat optik tersebut, ‘puasa’ berbagi keuntungan hampir 10 tahun. Terakhir kali perseroan membagikan dividen adalah pada 2016 dari laba tahun 2015.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) DNET 2025 tersebut menyetujui rasio dividen setara 6,62% laba bersih tahun buku 2024. Dengan demikian nilai dividen per saham mencapai Rp 5 per unit.
Baca Juga
Direktur Keuangan Indoritel Makmur Internasional Kiki Yanto Gunawan mengatakan, pembagian dividen di bawah 10% dari laba bersih tahun 2024 tersebut telah sesuai dengan usulan rapat direksi pada 11 Juni 2025.
“Selain itu, memang kebijakan dividen dari perseroan adalah membagikan sebesar-besarnya 10% dari laba. Jadi (sesuai) masih di bawah itu, yaitu kita sekitar 6,2%,” jelas Kiki, menjawab Investortrust.id dalam paparan publik di Wisma Indocement, Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Rencana pembagian dividen diajukan setelah perseroan membukukan kinerja positif pada 2024. Akhir tahun lalu, pemegang saham Indomaret, KFC (FAST), Taco Bell, dan Sari Roti (ROTI) ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,09 triliun yang meningkat 38,73% (yoy).
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1,07 triliun pada 2024 atau meningkat 48,68% (yoy).
Baca Juga
Pengusaha Mamin Tak Bisa Naikkan Harga Kendati Perang Kerek Biaya Logistik dan Produksi
“Sekitra 0,09% atau Rp 1 miliar (dari laba bersih) ditempatkan sebagai dana cadangan dan 93,29% atau sekitar Rp 1 triliun lebih sebagai laba ditahan,” jelas Kiki lebih lanjut.
Manajemen menjabarkan, pertumbuhan positif kinerja bottom line tahun lalu, tidak lepas dari kinerja positif top line perseroan. Indoritel mencatat kontribusi positif dari pendapatan pelanggan, serta bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama.
Hingga akhir 2024, DNET membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 1,43 triliun, meningkat 2,71% dari Rp 1,39 pada 2023. Sedangkan pendapatan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat sebesar Rp 914,15 miliar atau meningkat 90,66% dari Rp 479,47 miliar dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, Direktur Utama Indoritel Haliman Kustedjo mengatakan, sinergi antara entitas anak dan entitas asosiasi memberikan kontribusi positif bagi kinerja perseroan.
Baca Juga
Prospek Kinerja dan Target Saham Sido Muncul (SIDO) Dipangkas, Ini Pemicunya
“Selain meraih pendapatan dari kegiatan usaha entitas anak, Fiberstar, kami juga mendapat pendapatan laba dari hasil investasi kami di Indomaret, KFC, Taco Bell dan Sari Roti,” ujar Haliman dalam kesempatan yang sama.
Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama merupakan perusahaan ritel nasional di Indonesia yang memiliki 23.107 lebih outlet tersebar di Indonesia. Indoritel tercatat memiliki 40% saham Indomarco.
Sedangkan KFC dan Taco Bell dikelola oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), entitas asosiasi yang bergerak di bidang makanan cepat saji. Hingga akhir tahun lalu KFC memiliki 707 outlet di seluruh Indonesia, sedangkan Taco Bell punya 8 gerai. Pada 2024, Indoritel tercatat sebagai pemilik 35,84% saham FAST.
Baca Juga
China Serukan Agar Perdagangan Tak Dijadikan Alat Tekanan Politik
Sedangkan Sari Roti yang dikelola oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti yang kini telah memiliki 15 pabrik dengan total kapasitas produksi roti mencapai 5,1 juta potong per hari. Indoritel saat ini memiliki 25,77% saham ROTI.
Di sisi lain, FiberStar yang dikelola entitas anak sepanjang 2024 telah memiliki 2,33 juta lebih sambungan atau koneksi pelanggan, dengan total bentangan serat fiber optik sepanjang 50.607 kilometer. Total pendapatan dari kontrak dari pelanggan FiberStar tercatat sebesar Rp 1,43 triliun pada 2024, meningkat 2,71% dari tahun sebelumnya Rp 1,39 triliun.

