IHSG Menuju 6.800, Simak Enam Saham dari BNI Sekuritas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6/2025), diprediksi bisa kembali terkoreksi hingga ke level 6.800. Rentang pergerakan diprediksi support 6.800-6.850 dan resistance 6.950-7.000.
“Setelah US menyerang Iran akhir pekan lalu, IHSG dapat kembali koreksi ke target minggu lalu di 6.800,” jelas Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman melalui pesan singkat, Senin (23/6/2025)
Meski demikian, BNI Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli sejumlah saham dengan potensi kenaikan. Di antaranya, saham MEDC direkomendasikan Spec Buy dengan area beli di Rp 1.400-1.430 dengan target harga Rp 1.480-1.520. ELSA Spec Buy dengan area beli di Rp 490-494 dan target harga Rp 498-505.
Baca Juga
Lima Emiten Cum Dividen Hari Ini, Yield Tertinggi Capai 12,6%
PSAB direkomendasikan Spec Buy dengan area beli Rp 466-472 dan target harga Rp 484-498, HRTA Spec Buy dengan area beli Rp 615-625 dan target harga Rp 645-655, CUAN Spec Buy dengan area beli Rp 11.675-11.800 dan target harga Rp 12.000-12.200, dan ANTM Spec Buy dengan area beli di Rp 3.150-3.200 dan target harga Rp 3.270-3.330.
Pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, IHSG ditutup lanjutkan pelemahan sebanyak 0,88%, disertai dengan net sell asing sebanyak Rp 2,74 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, BRMS, dan BBNI.
Sementara itu, indeks-indeks Wall Street mayoritas turun pada Jumat (20/6) dipicu kekhawatiran investor terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah, serta mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,22%, dan Nasdaq Composite melemah 0,51%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,08%.
Baca Juga
Pasar global terus mencermati eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut memerintahkan militer menyerang target strategis dan pemerintahan Iran.
Sementara itu, Trump masih menimbang kemungkinan keterlibatan langsung AS dalam serangan ke Teheran. Menurut Gedung Putih, keputusan final akan diambil dalam dua minggu ke depan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam keras pernyataan Trump yang meminta Iran menyerah total, menyebutnya sebagai ‘ancaman konyol’.

