Telkom (TLKM) Ungkap Puas Berinvestasi di GOTO Meski Harga Saham Turun, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyebutkan creating value berinvestasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah melampaui dari ekspektasi, meskipun harga saham GOTO turun, dibandingkan dengan harga investasi awalnya.
“Kalo investasi Telkom melalui Telkomsel di GOTO bukan melihat harga saham. Ukuran investasi kita di GOTO bukan harga saham, tapi serapa creating value yang bisa dihasilkan dari pemanfaatan layananan-layanan Telkomsel,” ujar Direktur Telkom Honesti Basyir di hadapan para pemimpin media massa di Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Baca Juga
Telkom (TLKM) Menegaskan Visinya Jadi Penggerak Ekosistem Digital di Indonesia
Jika dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan dengan creating value yang diperoleh, Honesti mengatakan, GOTO telah mendapatkan hasil lebih dari ekspektasi. Telkom bisa mendapatkan creating value dari investasi di GOTO berkisar Rp 1,5 triliun per tahun. “Jadi memang kita tidak melihat harga saham, tapi creating value,” ujarnya.
Terkait isu yang menyebutkan ketertarikan Danantara masuk GOTO, dia mengatakan, Telkom akan ikut sesuai dengan keputusan. Yang jelas, menurut dia, Telkom melalui Telkomsel merasa puas dengan berinvestasi di GOTO.
Baca Juga
GOTO Dapat Restu Buyback Saham US$ 200 Juta hingga Perombakan Pengurus
Sementara itu, laporan kinerja keuangan Telkom tahun 2024 menyebutkan bahwa investasi rugi yang belum direalisasi Telkomsel pada saham GOTO mencapai Rp 380 miliar sepanjang tahun lalu. Nilai kerugian tersebut meningkat dari total unrealized lost tahun 2023 mencapai Rp 119 miliar. Potensi kerugian tersebut mengacu pada harga saham GOTO akhir 2024 Rp 70, dibandingkan akhir 2023 senilai Rp 86 per saham.
Telkom diperkirakan menggenggam sebanyak 23,72 miliar saham. Telkomsel mulai berinvestasi di GOTO melalui pembelian obligasi konversi tanpa bunga yang diterbitkan Gojek senilai US$ 150 juta dan kemudian menambah investasi sebanyak US$ 300 juta. Obligasi tersebut kemudian dikonversi menjadi saham saat dilakukan merger Gojek dan Tokopedia menjadi GOTO pada 2021.
Grafik Saham TLKM dan GOTO
Sekadar informasi, anak usaha PT Telkom, Telkomsel mulai masuk ke Gojek dengan pembelian convertible bonds tanpa bunga senilai US$150 juta ( atau sekira Rp2,22 triliun) pada November 2020, kemudian dikonversi menjadi saham pada Mei 2021. Telkomsel menyuntik suntikan modal lagi US$300 juta ke Gojek, yang saat itu masih belum merger jadi GoTo total menjadi sekitar US$450 juta ( atau sekira Rp6,4 triliun). Sehingga total investasi PT Telkom di GoTo mencapai ±US$450 juta.

