IHSG Sesi I Berbalik Anjlok 0,61%, Sebaliknya Dua Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (18/6/2025), ditutup terpangkas sebanyak 43,61 poin (0,61%) menjadi 7.112. Rentang pergerakan 7.109-7.166 dengan nilai transaksi Rp 5,66 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,13%, sektor consumer non primer 0,74%, sektor keuangan 0,73%, sektor teknologi 0,75%, dan sektor material dasar 0,36%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, industry, property, dan infrastruktur.
Baca Juga
Meski IHSG melemah, dua saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,07% menjadi Rp 244 dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 24,59% menjadi Rp 304.
Kenaikan juga melanda saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) sebanyak 26,03% menjadi Rp 92, PT Surya Semesta Tbk (SSIA) naik 21,15% menjadi Rp 1.575, dan PT Halone Jane Tbk (HALO) menguat 16,92% menjadi Rp 76.
Sebaliknya penurunan tajam melanda saham OBAT sebanyak 14,98% menjadi Rp 386, JAWA sebanyak 14,89% menjadi Rp 160, TMPO mencapai 14,87% menjadi Rp 166, MBSS turun 10,51% menjadi Rp 2.470, dan LCKM melemah 10,08% menjadi Rp 214.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 38,26 poin (0,54%) menjadi 7.155,85 dengan investor asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar mencapai Rp 259,30 miliar. Net buy terbanyak melanda saham ANTM, BBCA, dan AMRT.
Baca Juga
Timur Tengah Memanas, 'Shifting' Impor Minyak dari AS Ditunda?
Penguatan itu ditopang kenaikan signifikan tersebut didukung penguatan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar (big cap), yaitu saham AMMN naik 7,26% menjadi Rp 8.125, BBCA naik 1,68% menjadi Rp 9.075, TPIA naik 3,28% menjadi Rp 10.225, MLPT naik 10,60% menjadi Rp 36.000, dan BREN naik 1,19% menjadi Rp 6.400.
Secara sektor, penguatan didukung kenaikan saham sektor material dasar 1,67%, sektor consumer primer naik 1,72%, sektor teknologi 1,41%, sektor transportasi naik 2,55%, sektor infrastruktur 0,81%, dan sektor keuangan 0,22%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi dan industry.
Adapun saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan tiga saham berhasil auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,81% menjadi Rp 182, PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) menguat 34,48% menjadi Rp 195, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 24,66% menjadi Rp 910.

