Diversifikasi Digaungkan, Saham BUMI Menarik dengan Target Harga Ini
JAKARTA, investortrust.id – Langkah agresif PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendiversifikasi bisnis di luar bisni batu bara sambil mempertahankan produksi batu bara tetap tangguh menjadikan prospek sahamnya menarik. Hal ini mendorong Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham emiten grup Bakrie ini.
Sucor Sekuritas merekomendasikan beli dengan target harga Rp 160 saham BUMI. Dengan target tersebut terbuka peluang penguatan harga sebanyak 25,98% dengan mengacu harga penutupan saham BUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/6/2025), level Rp 127 per saham.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Targetkan Produksi 81 Juta Ton pada 2025, Proyeksi Pendapatan US$ 5,05 Miliar
Analis Sucor Sekuritas Yugo Ahmad Gifari mengatakan, BUMI tengah memasuki fase transformasi multi-tahun dengan strategi mendiversifikasi di luar batubara termal sambil tetap mempertahankan produksi batubara yang stabil dari dua tambang andalannya Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia (AI).
“Perusahaan menargetkan menghasilkan 50% EBITDA dari segmen non-batubara pada 2030 didukung potensi akuisisi sektor emas dan alumina, serta pengembangan jangka panjang di bidang gasifikasi batubara dan tembaga,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sucor Sekuritas
Selain diversifikasi, dia mengatakan, produsen batubara terbesar di Indonesia ini diperkirakan mampu untuk mempertahankan produksi stabil sebanyak 80 juta ton per tahun. Volume ini bisa dicapai dengan dukungan cadangan besar sebanyak 940 juta ton dan sumber daya sebesar 4,5 miliar ton.
KPC dan Arutmin diperkirakan akan mempertahankan output gabungan sebesar 79–81 juta ton selama tiga tahun ke depan. Kedua aset ini memiliki keunggulan dalam infrastruktur dan efisiensi biaya, karena KPC dan Arutmin memiliki biaya tunai rendah sebesar US$50–65 per ton.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Cetak Pendapatan US$ 349 Juta per Kuartal I-2025
BUMI juga diuntungkan penerapan skema royalti IUPK yang bisa meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Kebijakan ini bisa memangkas tarif royalti dari 28% menjadi 19% dengan mengasumsikan harga acuan saat ini, sehingga membuka peluang ekspansi margin struktural.
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan tahun ini mencapai US$ 66 juta dengan asumsi rata-rata harga batu bara konservtif US$ 68 per ton dari tambang KPD dan senilai US$ 55 per ton untuk batu bara tambang AI. Sedangkan biaya tunai masing-masing tambang berkisar US$60 per ton dan US$49 per ton.
Baca Juga
Sejumlah Emiten Ini Gelar Cum Dividen Hari Ini, Nilai Dividen Ada Rp 728 per Saham
BUMI diproyeksikan mulai mencatatkan lonjakan laba pada 2026 dengan proyeksi senilai US$72 juta didukung proyeksi harga batu bara yang stabil, biaya bahan bakar yang lebih rendah, serta manfaat penuh dari penurunan tarif royalti IUPK. Hal ini akan menaikkan margin keuntungan perseroan.
Pasca restrukturisasi utang, BUMI memiliki struktur modal yang sehat (DER 0,5x) yang memberikan ruang memadai untuk mendanai pertumbuhan anorganik melalui utang. Dengan belanja modal pemeliharaan minimum US$75–80 juta per tahun, BUMI berada dalam posisi baik untuk menjalankan strategi diversifikasinya sambil meningkatkan pengembalian bagi pemegang saham.

