Bumi Resources (BUMI) Gaspol Diversifikasi, Akuisisi Jubilee dan Wolfram Jadi Pondasi Pertumbuhan Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin agresif melakukan diversifikasi portofolio di luar batubara. Emiten tambang milik Konglomerasi Bakrie dan Salim ini menargetkan kontribusi pendapatan non-batubara mencapai 50% pada 2030, seiring langkah strategis melalui akuisisi dua perusahaan tambang asal Australia.
BUMI resmi mengakuisisi 41,36% saham Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan tambang emas yang telah berproduksi di Australia, serta 99,68% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga yang ditargetkan menjadi 100% pada November 2025.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Tuntaskan Akuisisi 99,68% Saham Wolfram di Australia
“Langkah ini memperluas basis cadangan logam mulia dan tembaga BUMI, sekaligus memperkuat eksposur non-batubara di tingkat grup,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata kepada investortrust.id Rabu, (5/11/2025).
Dari sisi kinerja operasional, porsi pendapatan non-batubara meningkat signifikan, terutama dari segmen emas, yang kontribusinya naik menjadi 17% pada kuartal III-2025 dibanding 11% pada periode sama tahun lalu. Wolfram Limited diperkirakan memiliki nilai cadangan mencapai sekitar US$ 2,26 miliar (indikatif), dan akan sepenuhnya dikonsolidasikan mulai akhir 2025.
Presdir BUMI Adika Nuraga Bakrie
Selain itu, Liza menyoroti kepemilikan 41,36% di Jubilee Metals Limited (JML) memberikan eksposur langsung terhadap pendapatan berbasis emas yang telah menghasilkan. Sinergi tambahan juga hadir melalui BRMS yang memiliki portofolio emas dan tembaga, sehingga memperkuat jalur pertumbuhan non-batubara BUMI ke depan.
Baca Juga
Raup Dana Rp 459,43 Miliar, Chengdong Investment Lepas Miliaran Saham Bumi Resources (BUMI)
Secara keuangan, Liza menilai manfaat penuh dari akuisisi ini baru akan tercermin signifikan pada laporan konsolidasian tahun buku 2026, mengingat proses integrasi masih berjalan. Pada kuartal III-2025, pendapatan BUMI tercatat tumbuh sekitar 11,9% secara tahunan (yoy), namun laba bersih tertekan hingga 76% yoy akibat penurunan harga batubara.
“Artinya, kontribusi logam mulia masih dalam tahap awal dan akan menjadi pendorong utama kinerja dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya. Dari sisi teknikal, Liza merekomendasikan trading speculative buy untuk saham BUMI dengan average up di level Rp 144-146, dan target harga di kisaran Rp 165-168.
Agresif Akuisisi
Bumi Resources (BUMI) ternyata telah tercatat menggenggam 41,36% saham Jubilee Metals Limited (JML). Itu sebagaimana terungkap dalam catatan atas laporan keuangan Bumi Resources (BUMI) untuk periode yang berakhir pada 30 September 2025.
Manajemen BUMI menjelaskan bahwa Jubilee Metals Limited (JML) berlokasi di Australia. JML bergerak dalam bidang pertambangan emas yang sudah memasuki tahapan produksi. "Perusahaan BUMI dalam proses melakukan akuisisi terhadap Jubilee Metals Limited (JML)," tulis manajemen Bumi Resources dalam CALK.
Baca Juga
Hingga September, Ekspor Batu Bara Turun 20,85% Capai US$ 17,94 Miliar
Menurut manajemen, akuisisi tersebut dilakukan secara bertahap melalui konversi utang menjadi penyertaan modal dan penyelesaian transaksi jual beli atau penerbitan saham tambahan. Berdasarkan subscription agreement antara JML, Bumi Resources BUMI, dan management shareholders tanggal 6 Mei 2025, subscription shares akan diterbitkan oleh Jubilee kepada BUMI dalam 7 tahapan sesuai dengan milestone schedule yang dimulai pada 6 Mei 2025 sampai dengan 15 Agustus 2026.
Terkait konversi utang menjadi penyertaan modal, manajemen BUMI menyebutkan, pada tanggal 6 Mei 2025 BUMI dan JML (yang diakuisisi) setuju untuk mengkonversi piutang sebesar AUD 8,5 juta atau setara dengan US$ 5.393.497 menjadi penyertaan modal atau investasi di JML sebesar 18,74%, sehingga seluruh piutang tersebut dianggap diselesaikan secara efektif pada tanggal perjanjian.
Sebelumnya, Bumi Resources (BUMI) juga telah berhasil mengakuisisi 99,68% kepemilikan saham di Wolfram Limited (“Wolfram”), perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis di Australia, dan akan mencapai 100% pada November 2025.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Pertahankan Predikat Gold Star di Investortrust ESG Awards 2025
Akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement yang ditandatangani awal tahun ini dan kini telah difinalisasi setelah memperoleh persetujuan dari Foreign Investment Review Board (FIRB) di Australia. Langkah ini menandai tonggak penting dalam strategi diversifikasi Bumi Resources, yang memperluas portofolio perusahaan ke sektor mineral strategis dan mineral kritis serta peluang hilirisasi.
“Dengan selesainya transaksi ini, Bumi Resources mengambil langkah penting dalam perjalanan diversifikasinya. Ekspansi ke mineral strategis dan mineral kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Adika Nuraga Bakrie, Presiden Direktur Bumi Resources.
Melalui Wolfram, Bumi Resources memperoleh akses terhadap potensi produksi emas dan tembaga dalam jangka pendek, yang diharapkan dapat berkontribusi positif pada profil pendapatan perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

