Dua Sekuritas Ini Pangkas Turun Target Harga BMRI, Sahamnya masih Layak Dilirik?
JAKARTA, investortrust.id - BRI Danareksa Sekuritas dan Samuel Sekuritas sama-sama menurunkan target kinerja keuangan dan harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk tahun buku 2025, seiring dengan revisi panduan manajemen perseroan yang lebih konservatif terakait kinerja keuangan. Sedangkan dalam sebulan terakhir, saham BMRI telah melorot lebih dari 11% disertai dengan net sell bernilai jumbo Rp 4,8 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta belum lama ini menyebutkan bahwa manajemen BMRI menurunkan target pertumbuhan kredit menjadi 8–10% dari sebelumnya 10–12%, serta net interest margin (NIM) ke level 4,8–5,0% dari 5,0–5,2%. Cost of credit (CoC) juga direvisi turun ke 0,8–1,0% untuk 2025, dengan ekspektasi normalisasi di 2026 pada level 1,0–1,2%.
Baca Juga
Sementara itu, cost to income ratio (CIR) diperkirakan mencapai sekitar 45% akibat faktor non-rutin, sebelum kembali ke kisaran 40–42% tahun depan. Berdasarkan perubahan tersebut, BRI Danareksa memangkas estimasi laba bersih BMRI untuk 2025–2027 masing-masing 9,9%, 13,4%, dan 10,9%.
BRI Danareka Sekuritas juga memangkas turun target laba bersih BMRI dari semula Rp 56,14 triliun menjadi Rp 50,83 triliun tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan PPOP dipangkas dari semula Rp 94,14 triliun menjadi Rp 84,08 triliun. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham BMRI dari semula Rp 5.900 menjadi Rp 5.000 per saham dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut menggambarkan valuasi PBV 1,5x.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 60%, Ada Opsi Interim?
Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta kemarin juga merevisi turun target kinerja keuangan BMRI tahun 2025 mengacu pada panduan pertumbuhan kredit 8–10%, NIM 4,8–5,0%, dan CoC 80–100 basis poin. Revisi ini mempertimbangkan dorongan penyaluran kredit di semester II dari belanja pemerintah serta pelonggaran moneter Bank Indonesia. CIR diperkirakan sekitar 45% tahun ini karena penyesuaian audit, sebelum kembali normal di 40–42% pada 2026.
Penurunan sejumlah indikator tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi turun target laba bersih BMRI tahun ini dari semula Rp 57,52 triliun menjadi Rp 50,44 triliun. Laba per saham juga direvisi turun dari proyeksi semula Rp 616 menjadi Rp 541 per saham.
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas menurunkan target harga BMRI menjadi Rp 5.100 per saham dengan rekomendasi tetap dipertahankan beli dengan potensi kenaikan 15,9%. Samuel Sekuritas juga memangkas turun proyeksi laba bersih 2025 sebesar 12,3%, menyesuaikan dengan perlambatan kredit dan pelemahan NIM.

