Bagikan

Bank Mandiri (BMRI) Tebar Dividen Rp 466 per Saham

JAKARTA, investortrust.id - Pemegang saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Selasa (25/3/2025), menyetujui pembagian dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 43,5  triliun. Jumlah itu setara 78% dividend payout ratio dibandingkan 2023 yang hanya sebesar 60%. 

"Jumlah tersebut mengindikasikan dividen sebesar Rp 466 per saham dan dividend yield 10%, berdasarkan harga penutupan saham BMRI pada sesi I Selasa (25/3/2025) di level Rp 4.630 per saham," tulis Stockbit Sekuritas, Selasa (25/3/2025).

Bank Mandiri menggelar RUPST Selasa pukul 14.00 WIB di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta. Adapun RUPST tersebut semula akan digelar pada 12 Maret 2025, namun diubah jadwal menjadi 25 Maret 2025. 

RUPST Bank Mandiri memiliki delapan mata acara, yakni:

Mata acara pertama, persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, persetujuan laporan tugas pengawas dewan komisaris, serta pengesahan buku 2024. Sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada direksi atas tindakan pengurusan perseroan dan dewan komisaris atas tindakan pengawasan perseroan yang telah dijalankan selama tahun buku 202r. 

Mata acara kedua, yakni persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2024. Berdasarkan pada ketentuan (i) Pasal 21 juncto Pasal 26 Anggaran Dasar Perseroan serta (ii) Pasal 70 dan Pasal 71 UUPT, penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2024 diputuskan dalam RUPS. 

 

Baca Juga

Hingga Februari 2025 Bank Mandiri Salurkan Rp 9,01 Triliun KUR ke 77.500 UMKM 

Mata acara ketiga, penetapan gaji/honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2025, serta tantiem/insentif kinerja/insentif khusus atas kinerja tahun buku 2024 dan/atau insentif jangka panjang periode tahun 2025-2027 untuk direksi dan dewan komisaris perseroan. 

Mata acara keempat, penetapan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasi perseroan dan laporan keuangan program PUMK untuk tahun buku 2025. 

Mata acara kelima, persetujuan atas pengkinian rencana aksi (recovery plan) perseroan. Lalu mata acara keenam hingga ketujuh masing-masing adalah persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan. Serta persetujuan atas rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan dan pengalihan saham buyback yang disimpan sebagaii saham treasury (treasury stock)

 

Baca Juga

Bank Mandiri Taspen Perkuat Program Tiga Mantap, Cek Keuntungannya

Mata acara kedelapan adalah perubahan susunan pengurus perseroan. Berdasarkan pada ketentuan Pasal 11 ayat (10) dan Pasal 14 ayat (12) Anggaran Dasar Perseroan, para anggota direksi dan dewan komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, di mana dalam RUPS tersebut harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham seri A Dwiwarna. 

Untuk perubahan susunan pengurus perseroan, beredar kabar bahwa Darmawan Junaidi akan tetap menjadi pucuk pimpinan di bank berkode saham BMRI ini. Adapun, kabar lainnya jika ia tak lanjut menjadi Mandiri 1, posisinya akan digantikan dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) saat ini yakni Sunarso. 

Selain itu, Bank Mandiri memiliki empat direktur dengan masa jabatan habis di 2025. Mereka adalah Direktur Keuangan Sigit Prastowo, Direktur Jaringan dan Ritel Banking Aquarius Rudiantoro, Direktur Operation Tono E.B. Supari, dan Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024