IHSG Bergejolak Tinggi Pekan Ini hingga Asing Obral BMRI, BBRI, dan BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan pekan pertama usai libur lebaran terkoreksi sebanak 3,82% menjadi 6.262,22. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih bernilai jumbo Rp 5,93 triliun.
Berdasarkan data BEI, perdagangan saham pekan ini diwarnai fluktuasi sangat tinggi. Pada perdagangan hari perdana usai libur lebaran pada Selasa (8/4/2025), IHSG dibuka anjlok lebih dari 9% hingga akhirnya bursa terkena trading halt selama 30 menit, meski akhirnya penurunan penutupan sedikit membaik menjadi hanya 7,9% menjadi 5.996.
Baca Juga
Wall Street Berbalik Menguat Setelah Pernyataan Trump, Dow Melonjak Lebih dari 600 Poin
Kemudia, IHSG pada perdagangan hari selanjutnya, Kamis (10/4/2025), melesat hingga naik 4,79% menjadi 6.254. Lompatan tersebut didukung sentimen positif setelah Trump mengumumkan penundaan tarif resiprokal selama 90 hari, kecual untuk China.
Penurunan tersebut membuat laju IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) telah melemah 11,55% setelah Thailand dengan penurunan tajam 19,39%. Performa IHSG terburuk kedua di pasar Asean dan terburuk keempat di Asia Pasifik.
Net Sell Jumbo
BEI juga mencatatkan penjualan bersih atau net sell saham terbesar dalam sepekan senilai Rp 5,93 triliun, dibandingkan pekan terakhir sebelum libur lebaran dengan torehan net buy Rp 3,25 triliun. Aksi lepas saham oleh investor asing tersebut sejalan dengan kejatuhan IHSG sepanjang pekan pertama usai libur lebaran ini.
Baca Juga
Menteri Energi AS Yakin ‘Shale Oil’ Akan Berkembang Meski Harga Minyak Mentah Menurun
Net sell terbanyak disumbangkan saham berikut, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 2,45 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 1,91 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 712,82 miliar.
Sebaliknya saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak pekan ini disumbangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 117,55 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 88,58 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 82,99 miliar.

