Net Sell Melanda Rp 1,36 Triliun, Asing Obral Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
JAKARTA, investortrust.id— Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,36 triliun di seluruh pasar, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/10/2025), sebanyak 160,68 poin (1,95%) menjadi 8.060. Rentang 7.974-8.284 dengan nilai transaksi Rp 30 triliun.
Net sell terbanyak melanda PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 424,12 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 305,42 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 259,44 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 240,37 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 157,67 miliar.
Baca Juga
Forbes CEO Global Conference: Rosan Sebut Danantara Bakal Punya Modal Investasi US$40 Miliar
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda lima saham berikut, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 60,33 miliar, PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) Rp 57 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 54,99 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 46,76 miliar, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 34,34 miliar.
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan saham-saham konglomerasi yang selama ini menjadi motor pergerakan indeks, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emiten Haji Isam, saham emiten Happy Hapsoro, dan saham perbankan.
Penurunan juga dipicu kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecuali sektor property yang masih torehkan kenaikan tipis 0,03%. Penurunan paling tajam disumbangkan saham sektor energi 3,34%, sektor keuangan 2,90%, sektor material dasar 2,14%, sektor teknologi 208%, sektor infrastruktur 2,53%, dan sektor transportasi 3,99%.
Meski IHSG turun signifikan, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, TOSK naik 34,78% menjadi Rp 93, PURI melesat 34,38% menjadi Rp 258, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.300, SSTM naik 25% menjadi Rp 360, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.
Baca Juga
Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan pesat, seperti saham HAIS naik 19,37% menjadi Rp 228, PSDN naik 21,15% menjadi Rp 126, HRTA naik 20,26% menjadi Rp 1.365, MORA 18,02% menjadi Rp 1.015, dan ASRM naik 17,59% menjadi Rp 468.
Kemarin, indeks kemarin ditutup turun sebanyak 30,66 poin (0,37%) menjadi 8.227, meski demikian investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,29 triliun di seluruh pasar. Net buy terbesar dikontribusikan crossing saham CASA dari pemodal lokal ke asing bernilai Rp 2,85 triliun. Selanjutnya BRMS Rp 292,33 miliar, ENRG Rp 86,41 miliar, AMRT Rp 79,11 miliar, dan ANTM Rp 76,94 miliar.

