BEI: Fundamental Emiten Kuat Ditopang Kenaikan Laba Agregat 738 Perusahaan Capai 19,32% di 2024
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan fundamental perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan kuat sepanjang 2024. Hal itu ditunjukkan data laporan kinerja keuangan 738 emiten yang dirilis hingga 8 April 2025.
Berdasarkan data tersebut terungkap bahwa pendapatan emiten yang tercatat di BEI mengalami pertumbuhan sebanyak 3,24% dan laba bersih melesat mencapai 19,32% tahun 2024. Begitu juga dengan aset dan ekuitas tahunan terjadi peningkatan. Rekapitulasi tersebut diambil dari data laporan kinerja keuangan sebanyak 703 perusahaan tahun 2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
“Sedangkan 35 emiten yang belum merilis laporan kinerja keuangan tahun lalu adalah didominasi perusahaan tercatat baru yang tahun lalu belum menyampaikan laporan keuangan,” kata Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024 sebanyak 703 emiten, secara akumulatif terjadi pertumbuhan aset dan ekuitas secara tahunan yang masing-masing sebesar 6,31% dan 7,91%. Adapun pertumbuhan pendapatan sebesar 3,24% dan pertumbuhan laba bersih sebesar 19,32%. “Data tersebut menunjukkan tahun 2024 perusahaan-perusahaan yang tercatat secara agregat masih membukukan pertumbuhan yang baik,” terang Jeffrey.
Baca Juga
Menkeu: APBN Aman, Anggaran untuk Program MBG dan Danantara Sudah Diperhitungkan
Jeffrey berharap resiliensi kinerja emiten tetap terjadi berlanjut hingga tahun 2025. “Kita berharap resiliensi tetap berlanjut sepanjang 2025 ini, agar laporan keuangan tahun 2025 juga semakin baik. Sehingga, pada giliran memberikan benefit bagi para pemegang saham, baik dalam bentuk dividen yang lebih baik maupun dari capital gain,” ujar Jeffrey.
Pertumbuhan pesat rata-rata kinerja keuangan emiten tersebut tak sejalan dengan performa indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2024. Berdasarkan data, IHSG tahun lalu melemah dari level 7.272 ke 7.079. Bahkan, kinerja IHSG tahun 2025 year to date (ytd) makin parah dengan pelemahan 15,71% menjadi 5.967 hingga penutupan kemarin. Penurunan ini sejalan dengan koreksi seluruh pasar saham Asia Pasifik, kecuali Hang Seng yang masih naik.
Adapun IHSG BEI penutupan sesi I, Kamis (10/4/2025), melesat sebanyak 299,87 poin (5,02%) menjadi 6.267. Rentang pergerakan 5.967-6.310 dengan nilai transaksi Rp 8,44 triliun. Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan bursa saham dunia, seperti Nikkei naik 2.722 poin, Hang Seng naik 442 poin, dan Strait Times menguat 175 poin. Lompatan didukung keputusan Trump menunda tarif resiprokal hingga 90 hari, kecuali China.

