Bagikan

Ditopang Fundamental Kuat, Tugu Insurance Sebut Dampak Tarif Resiprokal Tak Berpengaruh Terhadap Bisnis

JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memastikan kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak berdampak signifikan terhadap bisnis perusahaan. Hal ini tak lepas dari fundamental yang dinilai kuat dan terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. 

Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat menyatakan, dampak kebijakan tarif resiprokal bisa terasa secara langsung maupun tidak langsung. Dampak tidak langsung biasanya berkaitan dengan makro ekonomi, yakni menimbulkan kekhawatiran penurunan daya beli, deindustrialisasi, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Sementara dampak langsung berkaitan dengan core business perusahaan itu sendiri. Misalnya potensi penurunan penjualan kendaraan bermotor maupun pembiayaan dari perbankan yang pada akhirnya akan memengaruhi bisnis dari asuransi umum yang punya lini usaha tersebut. 

“Tapi kalau kita lihat dari semua dampak itu, kita coba manage sehingga dampaknya mungkin tidak terlalu signifikan. Karena fundamentalnya bagus, maka kita optimis dampaknya akan bisa kita kontrol,” ujar Tatang, dalam acara Halal Bi Halal Direksi Tugu Insurance dengan sejumlah media, di Jakarta, Kamis (18/4/2025). 

Baca Juga

Tugu Insurance Sabet 2 Penghargaan Digital Brand Awards

Menurutnya, sejumlah sektor utama yang menjadi portofolio perusahaan, termasuk energi, masih menunjukkan prospek positif. Sebaliknya, sektor yang berpotensi terdampak seperti kendaraan bermotor tidak memiliki porsi yang dominan di Tugu Insurance. 

“Misalkan kita bicara sektor energi, aset di sektor energi itu kayaknya enggak akan berkurang karena kebutuhan energinya sudah sebesar itu. Bahkan kita masih ada kekurangan, makanya pemerintah menggenjot bagaimana lifting minyak lebih banyak, artinya kan justru investasi baru mungkin akan ada,” kata Tatang. 

Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat. Foto: Istimewa 

Tatang menyatakan, saat ini premi Tugu Insurance masih tetap tumbuh positif, namun ia tidak merinci berapa persentase kenaikan dan nominalnya. Hal ini didukung kondisi pasar yang kini lebih memilih perusahaan asuransi dengan mempertimbangkan fundamental yang kuat ketimbang harga yang murah. 

“Artinya, market yang tadinya price sensitive pun sekarang mempertimbangkan fundamental (yang kuat). Kalau tadinya enggak ke Tugu deh karena mencari yang pricing lebih oke, sekarang mungkin kan price-nya naik sehingga dia mungkin geser ke company yang punya fundamental baik,” ucapnya.

Baca Juga

Perkuat Digitalisasi, Tugu Insurance Fokus pada 3 Aspek Ini

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance Emil Hakim menyebut, dampak jangka pendek yang paling terasa saat ini yaitu nilai tukar dan investasi. Meski begitu perusahaan telah melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. 

Dampak nilai tukar, kata dia, cukup terasa karena ada premi dan pembayaran premi untuk reasuransi yang dilakukan Tugu Insurance menggunakan mata uang asing. Sementara dari sisi hasil investasi, ia menyatakan posisi Februari 2025 cukup menantang, namun sudah mulai recovery di Maret 2025. 

Emil menyatakan, Tugu Insurance sudah mengantisipasi kondisi volatilitas di pasar saham, termasuk yang berkaitan dengan suku bunga sejak tahun lalu. “Untuk surat utang, durasinya pendek-pendek. Jadi saat suku bunga naik, kita masih bisa renew dengan yield lebih tinggi. Portofolio saham juga sudah kita tambah, walaupun tidak terlalu agresif,” ujarnya. 

Terlepas dari itu, Tatang optimistis pihaknya akan tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis di tahun ini, meski tidak sekencang capaian di 2024. “Kita tetap menargetkan pertumbuhan di 2025, khususnya di sektor laba kita tetap harus tumbuh. Kalau dilihat tahun lalu, tumbuhnya sangat tinggi mungkin hampir 50%. Tapi di tahun ini kita enggak tumbuh sebesar itu,” katanya. 

“Kita masih optimis dengan yang kita rencanakan dan dengan adjustment kondisi kuartal satu ini kita masih lihat bahwa di tahun ini laba kita masih tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu,” sambung Tatang. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024