Menkeu: APBN Aman, Anggaran untuk Program MBG dan Danantara Sudah Diperhitungkan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan APBN 2025 aman dan terkelola dengan baik (manageable). Alokasi anggaran untuk mendukung Danantara Indonesia dan membiayai program hasil cepat (quick wins), seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai subsidi sudah diperhitungkan secara cermat.
“Kami akan menjaga kepercayaan presiden, rakyat, dan para pelaku pasar. Kami akan tetap menjaga APBN, terutama utang dan defisit, secara tetap prudent. Semuanya transparan," ujar Sri Mulyani dalam acara “Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia” bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga
Menkeu: Realisasi APBN Defisit Rp 104,2 Triliun hingga Maret
Menkeu mengungkapkan, seluruh program pemerintah sudah dimasukkan ke pos APBN, dari subsidi pupuk 1,3 juta ton untuk tiga bulan pertama, subsidi bahan bakar minyak (BBM), subsidi listrik, program MBG, cek kesehatan gratis, koperasi desa, dan proram-program lainnya, termasuk anggaran untuk Danantara.
“Jadi, tak usah mengkhawatirkan kondisi APBN hanya karena pemerintahmenyiapkan berbagai program yang menyasar langsung hajat hidup masyarakat,” tegas dia.
Bahkan, menurut Sri Mulyani, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah inisiatif baru. “Semuanya sudah dibiayai dalam amplop APBN. Jadi, jangan khawatir, APBN tidak akan jebol,” tandas dia.
Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah akan mengedepankan tata kelola baik (good governance) untuk seluruh bidang,termasuk anggaran alutsista dan industri pertahanan nasional. “Kami ingin menyampaikan bahwa APBN tetap terjaga sebagai anchor of confidence,” ujar dia.
Menkeu mengemukakan, penggunaan dividen untuk Danantara juga sudah diperhitungkan pemerintah. Proses penghitungannya melibatkan BUMN dan Danantara secara transparan dan akuntabel.
Baca Juga
Respons Tarif Impor Trump, Kemenkeu: Momentum Perbaiki Iklim Usaha dan Investasi
“Danantara sudah punya sistem whistle blower dan oversight yang cukup kuat. Jadi, tidak ada konflik kepentingan dan bebas korupsi,” tegasMenkeu.
Sri Mulyani menambahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian BUMN dan Danantara akan terus menjaga komitmen tersebut, sambil terus menginformasikannya secara transparan kepada para investor.
Menkeu menyatakan, performa APBN kuartal I-2025 masih sesuai skenario (on the right track) dan berkesinambungan (sustainable). Hingga Maret, defisit APBN tahun berjalan baru mencapai Rp 104,2 triliun, setara 0,43% dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan realisasi APBN kuartal I sekitar 16,9% dari target defisit APBN 2025 senilai Rp 616,2 triliun atau setara 2,53% PDB.
Menurut Sri Mulyani, realisasi penerimaan pajak sudah membaik. Itu sebabnya, postur APBN 2025 sampai akhir Maret mengalami perbaikan. “Di headline (berita) kemarin, seolah-olah penerimaan pajak mengalami kontraksi. Kenapa kami menunda konferensi pers? Karena datanya masih sangat likuid dan dinamis,” ujar dia.
Menkeu menjelaskan, data penerimaan pajak saat itu masih fleksibel karena Ditjen Pajak mengunakan sistem pajak digital yang baru, Cortex. Selain itu ada penerapan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) pada Pajak Penghasilan (PPh) 21 dan restitusi perusahaan berskala besar.
Baca Juga
Antisipasi Kebijakan Trump, Pemerintah Front Loading Tarik Utang 40,6% Target APBN
“Nyatanya, penerimaan pajak bruto pada Maret 2025 sudah berbalik arah dari titik kontraksi. Sekarang sudah positif, turning around, kelihatan sudah mulai baik,” tegas dia.
Data Kemenkeu menunjukkan, realisasi penerimaan pajak Januari-Maret 2025 mencapai Rp 322,6 triliun atau sekitar 14,7% dari target APBN senilai Rp 2.189,3 triliun.

