Pasar Kripto Kompak Menguat Usai Penundaan Tarif Trump, Fartcoin Naik Paling Tinggi hingga 41%
JAKARTA, investortrust.id - Harga seluruh aset kripto berbalik arah melesat menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda serangkaian tarif besar-besaran selama 90 hari. Kecuali China yang justru dinaikkan oleh Trump menjadi 125%. Dalam pernyataan terbarunya, Rabu (9/5/2025) waktu setempat, kebijakan tarif baru tersebut akan langsung berlaku.
Seiring kebijakan itu, harga Bitcoin (BTC) naik 8,18% ke US$ 82.385 dalam 24 jam terakhir menilik data Coinmarketcap, Kamis (10/4/2025) pukul 09.15 WIB. Ethereum (ETH) naik lebih tinggi mencapai 13,39% ke US$ 1.638. Sementara Fartcoin yang ada di posisi 78 berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar naik paling kencang hingga 41,35% menjadi US$ 0,73. Menariknya, tiga koin ini satu hari sebelumnya merupakan tiga koin yang paling banyak dijual oleh para trader. Pertama yakni Ethereum, Bitcoin, lalu Fartcoin.
Kapitalisasi pasar kripto yang lebih luas meningkat 8,07% menjadi sebesar US$ 2,61 triliun dalam 24 jam terakhir. Aktivitas perdagangan juga meningkat tajam, dengan volume harian mencapai US$ 170,03 miliar naik 45,38% dari hari sebelumnya. Dominasi Bitcoin saat ini adalah 62,56%, penurunan 0,07% selama sehari.
Baca Juga
Trump Naikkan Tarif Impor 104% ke China, Bitcoin Turun di Bawah US$ 77.000
Setelah pengumuman Donald Trump untuk menangguhkan tarif pada sebagian besar mitra dagang AS selama 90 hari, S&P 500 melonjak lebih dari 9% pada tanggal 9 April, yang menyebabkan kenaikan pasar sebesar US$ 4 triliun hanya dalam 10 menit. Keputusan ini secara signifikan mempengaruhi saham tradisional dan pasar kripto.
Donald Trump mengumumkan penghentian sementara tarif timbal balik untuk menstabilkan hubungan perdagangan. Sebagian besar mitra dagang akan melihat tarif dikurangi menjadi 10%, dengan Tiongkok mengalami lonjakan signifikan menjadi 125%, yang kontras dengan tren global. Menurut Donald Trump, penangguhan tarif ini akan membantu mempertahankan tarif 10% secara global, sementara Tiongkok akan mengalami peningkatan sebesar 125%.
Baca Juga
CFX Catat Transaksi Derivatif Kripto Tembus Rp 11,24 Triliun di Kuartal I 2025
Melansir Coincu, Kamis (10/4/2025) nilai Bitcoin meningkat tajam, mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas. Arthur Hayes dari BitMEX menyoroti perubahan ini, dengan mencatat efektivitas Indeks MOVE. Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi fokus pemerintah pada ketenangan pasar sementara. Pasar saham Amerika mengalami reaksi yang tak tertandingi karena S&P 500, Dow Jones Industrial, dan Nasdaq mencapai keuntungan bersejarah. Keputusan ini telah meningkatkan optimisme, meskipun kehati-hatian tetap ada di sekitar ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dengan Tiongkok.
Menilik tahun lalu, lonjakan pasar AS pada tahun 2023 mencerminkan pergeseran ekonomi masa lalu, seperti keuntungan cepat setelah pembalikan tarif tahun 2018, yang menekankan sensitivitas pasar global terhadap kebijakan perdagangan.
Tim peneliti Coincu mencatat hubungan dagang AS-Tiongkok dapat menjadi jangkar optimisme berkelanjutan atau memicu volatilitas baru. Pergeseran teknologi dalam sekuritas kripto tetap penting, sementara bursa memantau lanskap regulasi seiring dengan pergeseran ekonomi makro.

