Berikut 10 Koin yang Paling Digemari Konsumen Kripto di Indonesia, Ternyata Ada Fartcoin, SNX hingga DOGE
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lima aset kripto utama, yakni USDT, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan BNB, tercatat menjadi instrumen dengan nilai transaksi terbesar di Indonesia pada periode perdagangan 12 Oktober 2025. Lanjut di posisi enam hingga 10 ada XRP, USDC, Fartcoin, Synthetix (SNX), lalu Dogecoin (DOGE).
Berdasarkan data pasar, Tether (USDT) memimpin dengan nilai transaksi mencapai Rp 494,84 triliun, disusul Bitcoin sebesar Rp 205,23 triliun, dan Ethereum senilai Rp 125,08 triliun. Di posisi keempat, BNB membukukan transaksi Rp 80,21 triliun, sementara Solana (SOL) menempati urutan kelima dengan Rp 60,17 triliun.
Melansir laman CFX, Rabu (15/10/2025) kelima aset tersebut mencerminkan dominasi aset berkapitalisasi besar yang menjadi pilihan utama investor domestik di tengah fluktuasi harga global.
Namun, di luar aset besar itu, muncul kejutan dari sejumlah alternative coin (altcoin) yang cenderung berisiko tinggi. Fartcoin (FART), misalnya, mencatat nilai transaksi Rp 39,56 triliun meski harganya justru melemah 1,16% ke Rp 7.418,96. Sementara Synthetix (SNX) justru melonjak luar biasa 92,01%, didorong transaksi Rp 37,22 triliun.
Kenaikan SNX menjadi salah satu yang paling signifikan di pasar, mengungguli Dogecoin (DOGE) yang hanya naik 0,45% dengan nilai transaksi Rp 34,10 triliun.
Baca Juga
Pergerakan ini menunjukkan bahwa selera investor kripto di Indonesia mulai meluas, tidak hanya pada aset mapan seperti BTC atau ETH, tetapi juga pada token dengan potensi volatilitas tinggi.
Tren ini menggambarkan pencarian peluang jangka pendek di tengah fase konsolidasi global pasar kripto, seiring meningkatnya minat spekulatif di kalangan trader ritel.
Baca Juga
Kasus Bunuh Diri 'Influencer' Kostya Kudo Guncang Dunia Kripto, Ellen May Soroti Hal Berikut
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia terus meningkat. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan, per Agustus 2025, jumlah konsumen pedagang aset kripto mencapai 18,08 juta orang, naik 9,57 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 16,50 juta konsumen.
"Peningkatan tersebut menunjukkan tren positif minat masyarakat terhadap aset kripto, di tengah upaya pemerintah memperkuat tata kelola dan pengawasan ekosistem perdagangan aset digital," katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan, Kamis (9/10/2025).
Dari sisi transaksi, nilai perdagangan aset kripto pada September 2025 tercatat sebesar Rp 38,64 triliun. Adapun secara kumulatif nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 (year to date) mencapai Rp 360,30 triliun. Hingga September 2025 terdapat 1.416 aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia. Adapun 28 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto telah memperoleh izin resmi dari OJK, yang terdiri atas 1 bursa kripto, 1 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, serta 24 pedagang aset kripto.

