Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus 81,57% di 2024, Nilainya Terendah Sepanjang Sejarah?
JAKARTA, investortrust.id – Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tergerus parah menjadi Rp 980,80 miliar pada 2024. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 81,57% dari realisasi periode sama tahun 2023 senilai Rp 5,31 triliun.
Torehan laba tersebut berpotensi sebagai keuntungan paling rendah lebih dari 10 tahun terakhir. Berdasrakan data lima tahun terakhir, laba tertinggi terjadi pada 2020 capai Rp 7,59 triliun, tahun 2021 Rp 5,76 triliun, 2022 Rp 2,89 triliun, 2023 senilai Rp 5,13 triliun, dan 2024 tergerus hingga di bawah Rp 1 triliun.
Baca Juga
Laba MD Entertainment (FILM) Anjlok 63,30%, Meski Pendapatan Naik di 2024
Manajemen GGRM dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/3/2025), menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipicu sejumlah faktor. Di antaranya, pendapatan tergerus dari Rp 118,95 triliun tahun 2023 menjadi hanya Rp 98,65 triliun pada 2024. Penurunan pendapatan lebih tinggi dibandingkan penurunan biaya pokok pendapatan dari Rp 104,35 triliun menjadi Rp 89,27 triliun.
Penurunan pendapatan yang dalam tersebut berimbas terhadap penurunan laba bruto perseroan dari Rp 14,59 triliun menjadi Rp 9,37 triliun. Perseroan juga mencatatkan peningkatan beban usaha dari Rp 7,33 trilun menjadi Rp 7,69 triliun, alhasil laba usaha tergerus dari Rp 7,43 triliun menjadi Rp 1,90 triliun.
Penurunan tersebut menjadikan total laba bersih GGRM tahun lalu tinggal Rp 980,80 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,32 triliun. Laba per saham juga tergerus dari Rp 2.767 menjadi Rp 510 per saham.
Baca Juga
158.351 Narapidana Terima Remisi Khusus Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2025
Sedangkan hingga penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kemairn, saham GGRM turun menjadi Rp 10.200. Sedangkan dalam lima tahun terakhir, saham GGRM telah turun sebanyak 76% dan mencapai 49% dalam setahun terakhir.
Gudang Garam (GGRM) merupakan produsen rokok yang berada di Kediri, Jawa Timur. PT Suryaduta bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 69,29% dan PT Suryamitra selaku affiliasi menguasai 6,26% saham. Sisanya sebanyak 17,16% dimiliki masyarakat.

