Gudang Garam (GGRM) Akhirnya Torehkan Kenaikan Laba 59% di 2025, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil catatkan peningkatan laba bersih sebanyak 59% menjadi Rp 1,55 triliun pada 2025, meski pendapatan turun 9,4% untuk tahun sama.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/3/2026), GGRM membukukan laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun pada 2025, naik dari Rp 980,8 miliar pada 2024. Sebagaimana diketahui laba perseroan tahun 2024 anjlok dalam. Kenaikan laba tahun 2025 ini ditopang oleh efisiensi beban usaha dan penurunan beban bunga .
Baca Juga
Presiden Prabowo Disambut PM Jepang Sanae Takaichi dengan Upacara Resmi di Istana Akasaka
Dari sisi top line, pendapatan GGRM tercatat sebesar Rp 89,37 triliun, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 98,66 triliun. Sejalan dengan itu, biaya pokok pendapatan menurun menjadi Rp 80,39 triliun dari Rp 89,28 triliun.
Laba bruto tercatat sebesar Rp 8,98 triliun, turun dari Rp 9,38 triliun pada 2024. Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan dengan laba usaha yang meningkat menjadi Rp 2,83 triliun dari Rp 1,90 triliun.
Baca Juga
Efisiensi juga terlihat dari penurunan beban usaha menjadi Rp 6,63 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 7,69 triliun tahun sebelumnya. Selain itu, beban bunga turun signifikan menjadi Rp 278,21 miliar dari Rp 502,91 miliar.
Hal ini mendorong kenaikan laba sebelum pajak penghasilan Gudang Garam (GGRM) menjadi Rp 2,55 triliun, naik dari Rp 1,40 triliun pada 2024. Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp 993,96 miliar dari Rp 419,75 miliar.

