Laba Terpuruk dan Target Saham Dipangkas, Masa Kejayaan Gudang Garam (GGRM) Berakhir?
JAKARTA, investortrust.id – Tergerusnya laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebanyak 81,57% menjadi Rp 980,80 miliar pada 2024 cukup menghentakkan publik. Apalagi realisasi kinerja tersebut terendah sepanjang operasional 10 tahun terakhir.
Berdasarkan data laba atribusi Gudang Garam anjlok mencapai 81,57% tahun 2024 menjadi Rp 980,80 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,31 triliun. Bahkan, GGRM mencatatkan rugi bersih senilai Rp 11 miliar pada kuartal IV-2024, dibandingkan kuartal III-2023 senilai Rp 867 miliar.
Baca Juga
Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus 81,57% di 2024, Nilainya Terendah Sepanjang Sejarah?
Performa keuangan tersebut berbanding terbalik dengan emiten rokok lainnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan torehan pertumbuhan pendapatan dari Rp 115,98 triliun menjadi Rp 117,88 triliun. Sebaliknya penurunan laba relative terkendali dari Rp 8,09 triliun menjadi Rp 6,64 triliun.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, penurunan kinerja tersebut dipengaruhi atas penurunan volume penjualan produk SKM bersamaan dengan peningkatan biaya operasional.
Meski demikian, Sucor Sekuritas menyebutkan, GGRM diharapkan pulih mulai tahun ini dengan proyeksi kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,9 triliun pada 2025 dan berpotensi turun menjadi Rp 2,4 triliun pada 2026. “Meski ada peluang perbaikan tahun ini, kami tetap memberikan pandangan hati-hati terhadap emiten ini akibat kenaikan harga akan sangat berpengaruh terhadap konsumen perosern,” tulisnya.
Baca Juga
Pertumbuhan Laba Mitratel (MTEL) Unggul di Sektor Infrastruktur Telko di 2024, Bagaimana Sahamnya?
Dipicu atas penurunan dalam laba bersih dan peluang masih berlanjutnya tantangan tersebut mendorong Sucor Sekuritas memangkas turun target harga saham GGRM dari Rp 13.625 menjadi Rp 8.995. Saham GGRM juga direkomendasikan hold.
Target harga tersebut menggambarkan ketidakpastian terhadp oulook kinerja GGRM dipicu atas sensitifnya pasar SKM, tidak terbangunnya dengan baik portofolio produk SKT perseroan, dan minimnya inovasi untuk produk e-cigaret.
Gudang Garam (GGRM) merupakan produsen rokok yang berada di Kediri, Jawa Timur. PT Suryaduta bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 69,29% dan PT Suryamitra selaku affiliasi menguasai 6,26% saham. Sisanya sebanyak 17,16% dimiliki masyarakat.

