Bagikan

Saham BCA (BBCA) Mengejutkan Sentuh Level Terendah dalam 31 Bulan hinnga Net Sell Jumbo, Ada Apa?

JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara mengejutkan ditutup ke level terendah barunya Rp 7.900 pekan ini. Level tersebut sama dengan level penutupan saham ini pada 23 Agustus 2022 atau dalam 31 bulan terakhir. Penurunan harga saham tersebut terjadi setelah cum dividen perseroan berakhir.

Dengan koreksi tersebut, penurunan harga saham BBCA sepanjang 2025 berjalan atau year to date (ytd) telah mencapai 20,20%. Bandingkan dengan penurunan harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebnyak 24,62%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 17,86%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 12,11%, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 25,18%.

Baca Juga

IHSG Sepekan Ambrol 3,95% hingga 4 Saham Bank Dibuang Investor Asing Rp 7,65 Triliun

Penurunan tersebut juga sejalan dengan aksi buang saham BBCA oleh pemodal asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ini dilepas pemodal asing senilai Rp 4,06 triliun pekan ini atau memimpin daftar saham pencetak net sell pekan ini. Sedangkan net sell BBCA dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 6,03 triliun, dibandingkan posisi kedua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 4,30 triliun.  

Penurunan harga dan aksi jual asing atas saham BBCA terjadi saat kinerja emiten yang dikendalikan Djarum Group ini mengesankan hingga Februari 2025. Laba bank only melesat 8% menjadi Rp 8,97 triliun hingga Februari, NIM turun dari 5,7% menjadi 5,6%, pertumbuhan kredit mencapai 1%, dan simpanan bertumbuh 3%.

RUPST PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang digelar Menara BCA Grand Indonesia (Rabu 12/02/2025) menyetujui pergantian direksi dan komisaris. Infografis: Diolah Investortrust. ()
Source:

Terkait penurunan saham BBCA tersebut, Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas Reydi Octa menilai, pelemahan saham BBCA bertepatan dengan ex date dividen, seperti yang diharapkan saham BBCA akan turun harganya paling tidak sebesar dividen yang akan dibayarkan (Dividend Trap). 

Penurunan tersebut juga dipengaruhi berlanjutnya aksi jual saham oleh pemodal asing. Sebagaimana diketahui saham bank besar menjadi penyumbang terbesar net sell dalam sepekan ini. 

Lalu, bagaimana sesungguhnya prospek saham BBCA? Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 5 kali.

Target tersebut merefleksikan potensi pertumbuhan laba bersih moderat BBCA tahun ini. Laba bersih BBCA diprediksi bertumbuh mencapai 6,3% menjadi Rp 58,3 triliun tahun ini dan diharapkan lanjutkan peningkatan menjadi Rp 62,2 triliun pada 2026. 

Baca Juga

Pasar Cermati Sanksi AS pada Iran dan Rencana OPEC+, Harga Minyak Naik Dua Pekan Beruntun

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan laba bersih bank only hingga Februari 2025 sebanyak 8% menjadi Rp 8,97 triliun.

Begitu juga dengan tim riset Verdhana Sekuritas yang tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengant arget harga Rp 12.600. Target harga tersebut menggunakan analissis DuPont dengan sejumlah parameter, seperti risk free rate 6,5%m equity risk premium 7,8%, beta 0,8, dan CAR adjusted ROAE sebanyak 24,5%. Target harga ini mengimplikasikan perkiraan PB sekitar 5,4 kali.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024