Pertamina Geothermal (PGEO) Bukukan Laba Atribusi US$ 160,49 Juta di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan peningkatan pendapatan menjadi US$ 407,12 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 406,28 juta. Sebaliknya laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk capai US$ 160,49 juta.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 925/3/2025) menyebutkan bahwa beban pokok pendapatan dan beban langsung bertumbuh lebih tinggi, alhasil laba bruto turun dari US$ 247,93 juta menjadi US$ 242,23 juta.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Ungkap Perkembangan Target Panas Bumi 1 GW Ini
Perseroan juga mencatatkan penurunan laba usaha dari US$ 226,05 juta menjadi US$ 210,27 juta. Laba tahun berjalan juga turun dari US$ 163,57 juta menjadi US$ 160,30 juta. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 163,59 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2024 senilai US$ 160,49 juta. Pertamina Geothermal (PGEO) jgua melaporkan penurunan EBITDA dari US$ 332,41 juta menjadi US$ 324,06 juta. Rasio keuangan, yaitu ROA turun dari 0,06 menjadi 0,05.
PGEO sebelumnya mengumumkan pencapaian tahun 2024 dari wilayah operasi Area Lumut Balai setelah berhasil catatkan kenaikan produksi listik lebih tinggi 13,33% dari target yang ditetapkan di 2024. Produksi Listrik area ini mencapai 482.064.456,13 KWh atau lebih tinggi 13,33% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024
General Manager PGEO Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo S mengatakan, capaian ini menegaskan peran strategis PGEO dalam memperkuat bauran energi hijau dan mendukung target swasembada energi Indonesia. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kerja sama yang kuat, pemeliharaan fasilitas yang optimal, serta dedikasi seluruh pekerja dalam memastikan kelancaran operasional dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Cetak Kenaikan Laba 10%, Dua Faktor Ini Jadi Penopangnya
"Keberhasilan ini menempatkan Area Lumut Balai sebagai bagian penting dalam menciptakan manfaat bagi masyarakat sekitar dan mendukung transisi energi nasional,” kata Catur.
Saat ini, PGEO Area Lumut Balai mengoperasikan satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yaitu Unit 1 dengan kapasitas terpasang 55 MW yang beroperasi sejak tahun 2019. Sebagai bagian dari strategi pengembangan energi bersih, PLTP Unit 2 dengan kapasitas tambahan 55 MW sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2025.

