Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp 2,65 Triliun Sepanjang 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mencatatkan laba bersih US$ 160,30 juta atau sekitar Rp 2,65 triliun (kurs Rp 16.586 per dolar AS) sepanjang 2024 atau turun dari US$ 163,57 juta pada tahun sebelumnya. Hal itu tertuang dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi menyebutkan, meski laba turun, PGEO tetap menjaga profitabilitas yang sehat, kas operasional kuat, serta efisiensi pengelolaan biaya. "Kami terus memperkuat posisi sebagai pemimpin industri panas bumi di Indonesia dengan strategi operasional yang berkelanjutan," ucap Julfi dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga
Dalam laporan keuangan, PGE berhasil membukukan pendapatan US$ 407,12 juta meningkat dari US$ 406,29 juta pada tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan energi bersih di Indonesia. Capaian itu dihasilkan di tengah tantangan industri dan dinamika ekonomi global.
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 672,5 MW dari total potensi sumber daya panas bumi sekitar 3 GW milik perusahaan. Dalam upaya ekspansi panas bumi yang dilakukan, strategi PGE meliputi pengembangan proyek-proyek quick wins, pengembangan green field, serta strategi beyond energy yang mencakup produksi produk hijau turunan panas bumi dan penguatan ekosistem downstream.
Lebih lanjut, pada 2024, PGE berhasil mencatat produksi listrik dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, yang didukung peningkatan kinerja operasional di beberapa wilayah kerja panas bumi. "Kinerja solid ini mencerminkan komitmen kami mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kontribusi terhadap transisi energi nasional," ungkapnya.
Baca Juga
Dua Inovasi Keberlanjutan Diakui Dunia, PGE Raih Penghargaan
Sementara itu, Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio menambahkan, PGE tetap fokus pada pengelolaan keuangan yang prudent dan optimal untuk memastikan keberlanjutan investasi dalam pengembangan proyek panas bumi baru dan peningkatan kapasitas produksi.
"Memang beban operasi meningkat, tetapi ini merupakan bagian dari investasi strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang dan mendukung ekspansi kapasitas lebih besar ke depan," imbuh Yurizki.
Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menegaskan, meskipun kapasitas terpasang tidak berubah dari tahun sebelumnya, PGE pada tahun 2024 berhasil meningkatkan produksi melalui berbagai optimalisasi.
“Kami terus mendorong peningkatan produksi melalui peningkatan ketersediaan, kapasitas, dan pengurangan outage. Tingkat reliabilitas sistem kami tetap tinggi dengan availability factor untuk uap sebesar 98,91% dan availability factor listrik sebesar 86,5%,” ujar Ahmad Yani.

