Target Harga Saham Hermina (HEAL) Dipangkas Saat Laba Naik, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) berhasil catatkan kenaikan laba bersih sebanyak 23,2% dari Rp 559 miliar menjadi Rp 689 miliar pada 2024, meski demikian target harga saham MIKA justru direvisi turun.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta menyebutkan bahwa revisi turun target saham tersebut menggambarkan realisasi laba bersih HEAL tahun 2024 di bawah target. Angka tersebut hanya merefleksikan 94,4% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas.
Baca Juga
Buyback Saham, Kali Ini Giliran Mermina (HEAL) dengan Target Dana Jumbo
“Kami merevisi turun target harga saham HEAL dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut menggambarkan realisasi laba bersih perseroan tahun lalu di bawah target,” tulisnya.
Pemangkasan target harga tersebut tak membuat peluang cuan saham HEAL turun drastic. Dengan harga penutupan saham Rp 1.015, peluang penguatan harga masih bisa lebih dari 85%, dibandingkan dengan target harga Rp 1.900.
HEAL juga mencatatkan kenaikan pendapatan tahun lalu menjadi Rp 6,71 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,78 triliun. EBITDA perseroan juga merangkak naik dari Rp 1,49 triliun menjadi Rp 1,78 triliun. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 437,34 miliar menjadi Rp 535,94 miliar.
Baca Juga
Mayapada Healtcare (SRAJ) dan Apollo Hospitasl Capai Kesepakatan Kolaborasi Klinis
Melihat kinerja tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, prospek dan target kinerja keungan MIKA tahun 2025 dan 2026 direvisi turun. Target pendapatan tahun ini direvisi turun dari Rp 7,72 triliun menjadi Rp 7,63 triliun.
Begitu juga dengan perkiraan laba bersih dipangkas dari semula Rp 760 menjadi Rp 615 miliar. Meski dipangkas pertumbuhan laba HEAL diproyeksikan tetap berlanjut tahun ini.

