Temas (TMAS) Akan Bagi Dividen Rp 228,2 Miliar, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Temas Tbk (TMAS) menetapkan dividen tahun buku 2024 sebanyak Rp 228,2 miliar atau Rp 4 per saham. Dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio (DPR) sekitar 33% dari total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun lalu sebesar Rp 673,36 miliar.
Pembagian dividen tersebut telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor perseroan, kawasan Sunter, Jakarta Utara, pagi tadi. “Pemegang saham memutuskan dividen Rp 228,2 miliar ata Rp 4 per saham. Sisanya sebesar Rp 493 miliar akan disimpan sebagai laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya,” papar Direktur Utama Temas, Ricky Effendi dalam paparan publik secara virtual, Senin (24/3/2025).
Baca Juga
Analis Ungkap Sederet Sentimen Ini Ikut Memicu Kejatuhan IHSG Hari Ini
Tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,34 triliun atau naik 1% dari realisasi 2023. Sementara, total beban jasa yang dikeluarkan sepanjang 2024 naik melebihi pertumbuhan pendapatan, yakni sebesar 8% menjadi Rp 3,44 triliun.
Alhasil, Temas mencatatkan penurunan laba kotor sebesar 19% menjadi Rp 900 miliar tahun lalu. Sedangkan laba bersih perseroan turun 13,93% menjadi Rp 673,36 miliar.
“Laba 2024 memang kami agak mengalami penurunan, terutama dari segi bahan bakar, rata-rata naik 10% (yoy) pada 2024 dan meningkatkan cost of service (beban jasa). Karena komponen BBM itu sekitar 30-40% dari cost of service,” jelas Ricky.
Baca Juga
Wintermar (WINS) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 237% hingga Kontrak Baru Ini
Dilihat dari total aset, emiten jasa transportasi laut itu terpantau masih memiliki aset sebanyak Rp 4,4 triliun per 31 Desember 2024, bertambah dari Rp 4,06 triliun pada akhir 2023. Total aset hingga akhir tahun lalu, terdiri atas aset lancar senilai Rp 1,16 triliun dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp 3,24 triliun.
Pada perbandingan periode yang sama, Temas tercatat masih memiliki tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 1,54 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 614,21 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 935,71 miliar.
Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas Rp 2,85 triliun per 31 Desember 2024, naik dari Rp 2,58 triliun di akhir tahun sebelumnya.

