Wintermar (WINS) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 237% hingga Kontrak Baru Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mencatatkan lonjakan laba tahun berjalan yang dapati diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 237% menjadi US$ 22,49 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 6,67 juta.
Selain itu, manajemen WINS mengumumkan tengah mengerjakan kontrak senilai US$ 66 juta hingga Februari 2025. Perseroan juga telah memesa armada baru Platform Supply vessel baru untuk serah terima tahun 2026.
Baca Juga
IHSG Sempat Anjlok ke Level 5.967, Faktor Ini ternyata Pemicu Utamanya
Manajemen WINS dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025), menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 13,5% menjadi US$ 82,36 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 72,56 juta.
Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari pendapatan kapal milik sendiri senilai US$ 62,08 jtua dan kapal sewa mencapai US$ 13,74 juta. Sisanya disumbangkan pendapatan lainnya bernilai US$ 6,52 juta.
Terkait prospek bisnis perseroan tahun 2025, manajemen WINS menyebutkan, akan terdorong sentimen positif peningkatan investasi proyek utama laut migas. Terdapat berapa proyek Engineering Procurement (EPCI) yang memerlukan kapal OSV untuk proyek-proyek jangka pendek, dan ini menyebabkan utilisasi armada OSV lebih fluktuatif.
Baca Juga
Menurut dia, ada beberapa proyek pengeboran laut dalam yang telah disetujui pemerintah, khususnya di selat Makassar dan laut Andaman yang kemungkinan diwujudkan mulai semester II-2025 hingga 2026. “Beberapa kontrak EPCI telah diberikan dan tender untuk sebaran laut sedang berlangsung untuk dimulai semester II-2025,” terangnya.
WINS juga menyebutkan bahwa telah membeli tiga unit Heavy Load Barges (HLB) pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Kapal-kapal tersebut sedang dalam proses konversi menjadi berbendera Indonesia dan ditargetkan beroperasi pada kuartal II-2025. Selain itu, perseroan telah memesan Platform Supply Vessel baru untuk penerimaan tahun 2026. Sedangkan kontrak yang dimiliki perseroan hingga akhir Februari 2025 mencapai US$ 66 juta.

