Bagikan

Laba Melesat hingga Saham Sentuh Level Tertinggi, Analis Rekomendasikan Beli BCA (BBCA)

JAKARTA, investortrust.id–   Usai merilis laporan kinerja keuangan dengan pertumbuhan laba bersih sebanyak 11,1% menjadi Rp 26,9 triliun per semester I-2024, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaju hingga sempat sentuh level harga tertingginya.

Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/7/2024), saham BBCA dibuka menguat hingga sempat sentuh level tertinggi intraday Rp 10.400. Level tersebut pernah disentuh saham BBCA pada 13 Maret 2024. Sedangkan kenaikan saham BBCA year to date (ytd) telah mencapai 9,81% atau tertinggi di antara 4 saham bank papan atas lainnya.

Lalu, apakah saham BBCA masih lanjutkan penguatan setelah kembali sentuh level tertinggi intraday? Analis Bahana Sekuritas Evelyn Vidya Paramita dan Satria Sambijantoro mengatakan, saham BBCA layak dipertahankan beli dengan target harga Rp 11.220. Target harga tersebut mempertimbangkan realisasi kinerja keuangan semester I-2024 sudah sesuai estimasi dan consensus analis.

Baca Juga

Kredit BCA (BBCA) Naik 15,5%, Pertumbuhan Terbesar Disumbangkan Segmen Ini

Target harga tersebut juga mempertimbangkan estimasi laba bersih BBCA tahun ini lebih tinggi dari perkiraan semula Rp 52,65 triliun menjadi Rp 53,79 triliun. Sedangkan NIM diperkirakan tetap stabil 5,9%, NPL naik menjadi 1,7%, dan ROA meningkat menjadi 3,6%.

“Melihat pertumbuhan lebih lanjut kuartal II-2024, kami memilih memilih menyempurkan kembali target pendapatan bunga dan laba bersih perseroan tahun ini lebih tinggi, dibandingkan estimasi semula. Sedangkan sahamnya ditargetkan menuju Rp 11.220,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berbicara di hadapan ratusan mahasiswa saat memberikan kuliah umum bertajuk "Leveraging Technology To Survive in VUCA World" di Auditorium Kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Jumat (3/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra. ()
Source:

Terkait pencapaian semester I-2024, Bahana Sekuritas menyebutkan bahwa BCA berhasil pertahankan pertumbuhan di tengah industry yang tengah melambat. Hal ini ditopaang atas keberhasilan mencatatkan pertumbuhan kredit yang kuat dan laba bersih mengesankan. 

“Realisasi laba bersih BCA pada Semester I sudah merefleksikan 50% dari target laba bersih perseroan tahun ini. Pencapaian tersebut sesuai dengan harapan kami dan consensus analis,” tulisnya. 

Baca Juga

Harga Saham BBCA di Atas Rp 10.000 per Lembar, Mau Stock Split? Ini Jawab Bos BCA  

Perkembangan positif BBCA sampai Juni, terang Bahana, datang dari pertumbuhan kredit mengesankan mencapai 15,5% dengan pertumbuhan paling pesat disumbangkan kredit korporasi mencapai 19,9%. NIM juga tumbuh mengesankan sebanyak 20 bps menjadi 5,8% pada kuartal II-2023, dibandingkan kuartal I-2024. BCA juga mencatatkan penurunan CIR menjadi 29,1%.

Dari sisi kualitas asset, Bahana Sekuritas menyebutkan, tetap kuat dengan biaya provisi stabil RP 1,4 triliun semester I-2024. Biaya kredit (CoC) perseroan justru turun 20 bps menjadi 0,2% pada kuartal II-2024, dibandingkan kuartal I-2024. Sebaliknya NPL kotor naik 30 bps menjadi 2,2%. 

Pandangan positif terhadapa BCA (BBCA) juga datang dari analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Dirinya memiliih mevisi naik target harga saham BBCA, seiring dengan realisasi pertumbuhan kinerja yang kuat dan proyeksi berlanjutnya pertumbuhan. Target harga aham BBCA direivis naik menjadi Rp 11.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. 

Baca Juga

Dorong Pemberdayaan Literasi dan Inklusi Keuangan, blu by BCA Digital Hadirkan Kegiatan Imersif dan Interaktif bluXperience

“Kami optimistis bahwa BBCA dapat meningkatkan kualitas asset dan peningkatan simpanan. Hal ini membuat tingkat keuntungan perseroan tetap kuat hingga akhir tahun,” terang Edward Lowis. 

BBCA membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 11,1% menjadi Rp 26,9 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 24,2 triliun. Kenaikan tersebut didukung peningkatan total kredit sebesar 15,5% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 850 triliun per Juni 2024 atau berada di atas rata-rata industri. 

Grafik Saham BBCA

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024