IHSG Sepekan Ambrol 3,95% hingga 4 Saham Bank Dibuang Investor Asing Rp 7,65 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini mencatatkan penurunan sebanyak 3,95% menjadi 6.258. Sedangkan kapitalisasi pasar (market cap) saham hangus senilai Rp 413 triliun dan penjualan bersih (net sell) memuncak menjadi Rp 7,13 triliun.
Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara (trading halt) perdagangan saham selama 30 menit pada Selasa (18/3/2025) akibat penurunan dalam sehari lebih dari 5%. Level indeks pekan ini tercatat yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Gelontorkan Dana Buyback 4 Saham Emitennya Rp 5 Triliun, Pasar Merespons Positif
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor teknologi pekan ini anjlok 8,375, sektor consumer primer turun 7,50%, sektor property 5,39%, sektor keuangan 4,76%, dan sektor material dasar 3,11%.
Pelemahan indeks pekan ini juga dipicu berlanjutnya aksi buang saham oleh pemodal asing mencapai Rp 7,13 triliun. Angka tersebut meningkat dari realisasi pekan lalu Rp 3,69 triliun. Dengan demikian net sell saham sepanjang tahun 2025 atau year to date (ytd) telah mencapai Rp 33,17 triliun.
Baca Juga
Tiga saham dengan net sell terbanyak pekan ini dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 4,06 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,52 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 1,26 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Rp 818,91 miliar. Total net sell empat saham bank besar ini mencapai Rp 7,65 triliun.
Sebaliknya empat saham dengan torehkan pembelian bersih terbesar pekan ini, yaitu saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 232 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 134,48 miliar, PT Raharja Cepu Energi Tbk (RATU) Rp 126,32 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 111,78 miliar.

