IHSG Ditutup Anjlok 1,94%, Sebaliknya 3 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), ditutup anjlok 123,49 poin (1,94%) menjadi 6.258,18. Koreksi tajam dipicu kejatuhan saham-saham bank besar, sebaliknya tiga saham justru berhasil cetak auto reject atas (ARA).
Sebaliknya penguatan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT, tak mampu menahan indeks dari penurunan dalam hari ini. Sebagaimana diketahui empat saham emiten Prajogo ini melesat setelah BREN, TPIA, dan CUAN mengumumkan pembelian kembali (buyack) dengan total target Rp 4,5 triliun.
Baca Juga
Target Harga Saham GoTo (GOTO) Direvisi Naik, Berikut Pertimbangannya
Secara sektor, pelemahan indeks dipicu atas koreksi saham sektor teknologi 5% setelah saham DCII berbalik melemah lebih dari 8% sepanjang hari ini. Tekanan indeks juga datang dari saham sektor keuangan dengan penurunan 1,95%, sektor property 2,60%, sektor consumer non primer 2,17%, dan sektor material dasar 2,83%.
Meski IHSG anjlok, tiga saham justru ditutup menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Perma Plasindo tbk (BINO) melesat 34,35% menjadi Rp 176, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 25% menjadi Rp 2.750, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,70% menjadi Rp 5.150.
Kenaikan juga melanda saham PT Penta Valent Tbk (PEVE) sebanyak 10,69% menjadi Rp 290 dan PT Hillcon Tbk (HILL) naik 9,93% menjadi Rp 332.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), PT OBM Drilchem Tbk (OBMD), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX).
Baca Juga
Umumkan Kinerja 2024 dan Buyback, Saham Barito Renewables (BREN) Mendadak Balik ke Level Rp 6.000
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 70,01 poin (1,11%) menjadi 6.381,67 dan pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 499,36 miliar. Net sell terbanyak kembali melanda empat bank saham bank besar.
Penguatan ditopang atas kenaikan pesat saham big cap, yaitu dua emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 15,10% menjadi Rp 7.050 dan BREN melesat 5,66% menjadi Rp 5.600. Penguatan juga ditopang lompatan saham data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725 dan AMMN menguat 9,17% menjadi Rp 6.250.

