Target Harga Saham GoTo (GOTO) Direvisi Naik, Berikut Pertimbangannya
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas Indonesia merevisi naik target harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi Rp 100 per saham dari Rp 80 per saham. Sekuritas ini pun mempertahankan peringkat beli pada saham teknologi tersebut.
“Revisi naik target harga saham GOTO ini menggunakan metodologi valuasi SOTP (sum of the parts) dengan ODS (layanan sesuai permintaan) dan teknologi finansial, yang diukur menggunakan nilai perusahaan terhadap proyeksi pendapatan 2025 dari perusahaan sejenis,” jelas Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christopher Rusli dalam riset baru yang dikutip pada Jumat (21/3/2025).
Selain itu, penaikan target harga saham GOTO juga didukung proyeksi bisnis e-commerce perseroan yang diukur berdasarkan biaya layanan dari entitas Shop|Tokopedia dan saham di ARTO sebagai investasi awal GOTO.
Baca Juga
Bertumbuh Impresif, Fintech bisa Menjadi Mesin Pertumbuhan GOTO
Tak hanya peluang pertumbuhan harga saham, Mirae juga menyebut sejumlah risiko penurunan valuasi, seperti persaingan ketat, kehilangan pangsa pasar di pasar internasional, dan risiko makroekonomi.
GOTO mencatat hasil yang sangat baik pada kuartal akhir tahun lalu maupun sepanjang 2024. Pertumbuhan pendapatan meningkat pesat pada kuartal keempat tahun lalu, dengan gross transaction value (GTV) inti naik 66% (yoy) menjadi Rp 79,2 triliun dan 58% (yoy) sepanjang 2024 menjadi Rp 268,2 triliun.
GTV Group tumbuh 32% (yoy) pada kuartal IV-2025 menjadi Rp 144,5 triliun, mencapai Rp 519,8 triliun atau naik 29% (yoy) tahun lalu.
Sedangkan pendapatan bersih GOTO melonjak 90% (yoy) pada kuartal terakhir tahun lalu menjadi Rp 4,2 triliun, dengan total Rp 14,8 triliun atau naik 93% (yoy) sepanjang periode 2024.
Baca Juga
Begini Dampak Positif Sahabat-AI untuk Bisnis dan Kinerja GoTo!
“Hal ini menghasilkan EBITDA yang disesuaikan grup untuk kuartal IV-2024 menjadi Rp 399 miliar, naik 191% (qoq) atau 348% (yoy) menjadi Rp 386 miliar,” sambung Rusli.
Catatan positif itu menjadi kenaikan pertama dari posisi negatif sebelumnya yang sebesar Rp 2,3 triliun pada 2023. Peningkatan ini mengakibatkan rugi bersih menurun menjadi Rp 3,1 triliun pada 2024 dari Rp 87,3 triliun pada 2023.
Segmen bisnis utama yang berkontribusi pada peningkatan kinerja GoTo adalah segmen teknologi finansial, yang terus berkembang pesat dan mencapai EBITDA positif yang disesuaikan sebesar Rp 14 miliar pada kuartal IV-2024. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan buku pinjaman, pembayaran konsumen, dan inisiatif disiplin biaya.
Baca Juga
GOTO Optimistis Cloud dan AI akan Jadi Sumber Efisiensi Baru Tahun Ini
Untuk GTV segmen layanan sesuai permintaan (on demand service/ODS) sepanjang 2024, tetap tumbuh kuat menjadi Rp 63 triliun atau naik 13% (yoy). Hal ini didorong pengeluaran insentif yang dioptimalkan, seperti penawaran baru GoFood Express, dan peningkatan pendapatan iklan hingga 92% (yoy).
GoTo juga menerima biaya layanan e-commerce tambahan dari Tokopedia hingga Rp 622 miliar, tidak termasuk PPN, yang mencerminkan biaya layanan selama 11 bulan.
Manajemen GoTo memberikan panduan dan target 2025, salah satunya adalah target EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,4-1,6 triliun.
“Kami pikir target ini dapat dikelola tetapi tetap bergantung pada kinerja paruh pertama tahun ini karena biasanya merupakan bagian yang lebih lemah dari pendapatan setahun penuh karena musiman,” jelas Rusli.
Manajemen berencana memperluas buku pinjaman fintech dengan target mencapai Rp 8 triliun tahun ini. Sedangkan mengenai rumor baru-baru tentang kesepakatan M&A dan bonus liburan Hari Raya, manajemen GoTo belum memberikan rincian tentang hal tersebut.

