10 Emiten Antre ‘Buyback’ Sebelum OJK Izinkan Tanpa RUPS, Cek
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 10 emiten telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) antara 20 Maret-2 Mei 2025. Informasi ini telah disampaikan masing-masing emiten, sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan buyback tanpa RUPS.
Buyback rencananya dilakukan pada saham BBRI, BMRI, BBNI, BNGA, NISP, JPFA, LPPF, AVIA, CNMA, dan SIDO. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiapkan modal Rp 3 triliun untuk pembelian kembali saham. Aksi korporasi ini rencananya akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS pada 24 Maret 2025.
Emiten kedua yang sudah mengumumkan rencana buyback adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan modal sebanyak Rp 1,17 triliun. Manajemen Bank Mandiri bermaksud meminta restu pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan pada 25 Maret 2025.
Masih dari deretan Himpunan Bank Negara (Himbara), perusahaan selanjutnya yang telah menjadwalkan buyback adalah PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan anggaran Rp 1,5 triliun. Perseroan berencana meminta izin buyback kepada pemegang saham dalam RUPS tanggal 26 Maret 2025.
Perusahaan dari sektor keuangan lainnya yang sudah berencana melakukan buyback adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan dana yang disiapkan sebesar Rp 450 juta. Rencananya, CIMB menanti kesepakatan pemegang saham lewat RUPS 14 April 2025.
Baca Juga
OJK Optimistis Banyak Emiten Manfaatkan Peluang ‘Buyback’ Tanpa RUPS
Selanjutnya, bank yang juga berencana membeli kembali saham perseroan adalah PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dengan modal disiapkan Rp 800 juta. Bank ini menjadwalkan RUPS pada 20 Maret 2025 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi tersebut.
Dari sektor lain, terdapat PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang juga sudah menganggarkan dana untuk buyback yakni sebesar Rp 470 miliar. Rencana ini masuk dalam pembahasan RUPS perseroan yang akan diselenggarakan pada 10 April 2025.
Sementara itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ikut merencanakan pembelian kembali saham dengan modal Rp 150 miliar. Rencana ini juga dijadwalkan masuk pembahasan RUPS perseroan pada 10 April 2025.
Dengan dana yang lebih besar, PT Avia Avian Tbk (AVIA) turut merencanakan buyback dengan anggaran Rp 1 triliun dan masuk dalam mata acara RUPS 10 April 2025.
Pada urutan ke-9 dan ke-10, ada PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang akan melakukan buyback dengan dana masing-masing Rp 300 miliar.
Baca Juga
Kurangi Volatilitas Pasar, OJK Terapkan Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Berlaku 6 Bulan
CNMA akan membahas rencana buyback pada RUPS 24 Maret 2025, sedangkan buyback SIDO rencananya dibahas dalam RUPS 2 Mei 2025.
BRI Danareksa Sekuritas meyakini, aksi korporasi sepuluh perusahaan tersebut dapat menjadi katalis bagi saham yang bersangkutan. Pasalnya, hal ini menunjukkan bahwa emiten masih memiliki fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang baik.
“Dengan adanya aksi buyback, tekanan jual di pasar bisa berkurang, memberikan stabilitas tambahan bagi harga saham yang bersangkutan,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset singkat yang dikutip pada Rabu (19/3/2025).
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas juga optimistis jika aksi buyback dilakukan dengan volume cukup besar, harga saham 10 perusahaan tersebut dapat terdorong naik, akibat berkurangnya jumlah saham yang beredar.
Mereka juga menilai, aksi buyback yang dilakukan emiten-emiten tersebut menjadi sinyal positif bagi investor, terutama dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
“Investor dapat memanfaatkan momentum ini dengan mempertimbangkan saham-saham yang sedang melakukan buyback, terutama yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menarik,” pungkasnya. (Zsazya Senorita)

