OJK Optimistis Banyak Emiten Manfaatkan Peluang ‘Buyback’ Tanpa RUPS
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis, kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan dimanfaatkan oleh banyak emiten di pasar modal.
“Tentunya kami tidak bisa paksakan buyback harus banyak. Tetapi pasti banyak (perusahaan yang buyback). Indikasinya cukup bagus,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi usai Konferensi Pers Respons Kebijakan OJK Mengantisipasi Volatilitas Perdagangan Saham di Main Hall Gedung BEI, Rabu (19/3/2025).
Namun anggota dewan OJK tersebut, enggan menyebut jumlah perusahaan yang sudah terlebih dahulu menginformasikan rencana buyback, sebelum kebijakan buyback tanpa RUPS disahkan.
“Nanti saya baru bisa ngomong setelah mereka masuk (memberi informasi rencana buyback). Tetapi banyak (perusahaan sudah info buyback dengan RUPS),” sambung Inarno.
OJK pun mengaku, sudah ada emiten-emiten besar atau saham blue chip, termasuk LQ45 yang berniat memanfaatkan kebijakan buyback saham tanpa RUPS.
Sedangkan untuk perusahaan yang sudah menjadwalkan RUPS demi mendapat restu buyback, Inarno sebut, bisa langsung melakukan pembelian kembali saham dengan tetap memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023.
Baca Juga
Kurangi Volatilitas Pasar, OJK Terapkan Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Berlaku 6 Bulan
Regulator di pasar modal itu juga mengaku tidak khawatir, bila banyak perusahaan terbuka tidak memanfaatkan kebijakan buyback tanpa RUPS tersebut.
“At least room-nya ada. Tentunya kalau memang market sudah membaik atau apa segala macam dan dirasa tidak perlu buyback, ya enggak ada masalah. Tetapi pada saat dibutuhkan, itu emiten bisa langsung membeli atau buyback tanpa RUPS,” tegas Inarno.
OJK menggelar konferensi pers sebagai respons atas penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 1.682 poin atau -21,28% per 18 Maret 2025 dari level tertingginya.
Mereka menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ekosistem keuangan yang adil, transparan, dan efisien bagi semua pihak. Dengan langkah tersebut, Inarno berharap kepercayaan terhadap Pasar Modal Indonesia semakin kuat dan daya saingnya di tingkat global semakin meningkat.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh investor untuk memperhatikan dan mempertimbangkan dengan baik keputusan investasinya,” pungkasnya.

