Waduh Dana Asing Sehari Keluar Rp 18,59 Triliun, Dampak terhadap Pasar Bergejolak?
JAKARTA, investortrust.id - Pasar keuangan tengah bergejolak, lalu bagaimana pergerakan arus dana asing ke Indonesia? Investor asing mencatatkan net sell luar biasa besar. Penjualan neto saham mencapai Rp 2,49 triliun pada Selasa (18/03/2025). Bahkan, asing membukukan jual bersih di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia menembus Rp 17,7 triliun pada perdagangan Senin (17/03/2025) dan di saham Rp 0,89 triliun, atau total Rp 18,59 triliun dalam sehari, berdasarkan catatan Riset Investortrust.id.
Aliran masif foreign capital outflow itu membalikkan posisi menjadi net sell untuk akumulasi di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan menembus Rp 13,69 triliun secara month to date, hingga Senin. Padahal, pada hari perdagangan sebelumnya masih membukukan net buy Rp 4,01 triliun. Secara year to date, asing juga berbalik arah membukukan net sell Rp 0,18 triliun hingga Senin.
Di Bursa Efek Indonesia, secara month to date, akumulasi penjualan bersih saham oleh asing juga melonjak menjadi Rp 7,52 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 29,42 triliun. Ini senilai US$ 1,79 miliar,” papar manajemen BEI dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/03/2025) sore.
Analis pasar modal Reza Priyambada mengatakan, gejolak juga terjadi di bursa global. Hal ini terutama dipicu kekhawatiran akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat yang baru Donald Trump, yang makin agresif.
"Indeks utama bursa AS ditutup melemah Selasa waktu setempat. Sentimen negatif datang dari keraguan investor terhadap perang dagang Amerika dan penantian terhadap pengumuman suku bunga The Fed pada hari Kamis nanti," kata Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (19/03/2025).
Baca Juga
Rupiah dan IHSG Anjlok
Seiring asing ramai-ramai keluar masif dari pasar keuangan RI di tengah penantian pengumuman hasil rapat bulanan Dewan Gubernur Bank Indonesia, rupiah pun anjlok kembali menembus level psikologis Rp 16.400 per dolar Amerika Serikat. Demikian pula indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia rontok.
Di pasar domestik, Bursa Efek Indonesia sempat melakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt), setelah penurunan IHSG menembus 5% lebih, tepatnya 6,12%. Bursa memberikan keterangan resmi sebelum perdagangan sesi I Selasa ditutup.
“Kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa 18 Maret 2025, telah terjadi trading halt sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Ini dipicu penurunan IHSG mencapai 5%. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS, tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tulis keterangan resmi yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Selasa siang.
Bursa menjelaskan, pembekuan dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi BEI No Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
IHSG akhirnya ditutup di level 6.223,39 pada Selasa sore. Indeks terpangkas 248,56 atau 3,84% dalam sehari.
Baca Juga
Mitigasi Konsekuensi Keluarnya Trump dari Bretton Woods, Mengapa

