Berikut Empat Saham Pilihan Besok, Meski IHSG masih Menghadapi Volatilitas
JAKARTA, investortrust.id – Potensi pembalikan arah indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tebuka pada perdagangan Rabu (18/3/2025). Sedangkan saham ANTM, SCMA, PSAB, dan GOTO layak dilirik dengan potensi penguatan berlanjut.
Hari ini, pasar saham Indonesia mengalami tekanan luar biasa hingga membuat IHSG pada perdagangan intraday sesi I BEI sempat anjlok 7,11% ke level 6.011. Bahkan, perdagangan saham harus terkena penghentian sementara (trading halt) selama 30 menit akibat penurunan lebih dari 5%.
Baca Juga
IHSG Anjlok, Airlangga Ungkap Peluang Evaluasi Kebijakan Trading Halt
Sedangkan pada penutupan perdagangan hari ini, koreksi indeks mulai mereda ditutup melemah sebanyak 3,84% ke level 6.223. Pemicu utama kejatuhan indeks datang dari saham market cap besar, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Kejatuhan juga diperparah saham DCII dan saham big cap lainnya.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, penurunan ini terjadi di tengah penguatan bursa regional, menandakan bahwa tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipicu oleh faktor domestik ketimbang eksternal.
Secara fundamental, menurut dia, kondisi ekonomi sebenarnya tidak menunjukkan pemburukan yang ekstrem, meskipun APBN mengalami defisit Rp 31,2 triliun dan pendapatan negara turun drastis.
"Namun, sentimen negatif seperti RUU TNI yang kontroversial, rumor pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, serta aksi jual besar-besaran saham konglomerasi seperti BREN yang turun 11,8%, TPIA ambles 18,4%, dan DCII terperosok 20% menjadi pemicu utama kejatuhan indeks," kata Hendra kepada investortrust.id Selasa, (18/3/2025).
Hendra juga menyebutkan aksi jual asing juga tercatat masif dengan net sell Rp 2,5 triliun dalam sehari, terutama di saham big caps, seperti BBCA, BMRI, dan BBRI. Sementara beberapa saham, seperti GOTO dan WIFI, justru mencatatkan arus dana masuk atau net buy.
Baca Juga
Tenangkan Pelaku Pasar, Menkeu Jamin Tak Mundur dari Jabatannya
"Dari sisi global, ketidakpastian mengenai kebijakan The Fed dan pelemahan rupiah ke Rp 16.425 per dolar AS menambah tekanan terhadap pasar domestik, sementara defisit APBN yang melebar serta peningkatan NPL perbankan ke 2,17% juga menjadi perhatian," ucapnya.
Peluang Pemulihan
Meskipun IHSG dalam tren turun secara teknikal, Hendra melihat, ada peluang pemulihan. "Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi turun lebih dalam ke level 5.900-6.000, namun jika terjadi pemulihan, IHSG berpotensi menguji resistance di 6.500-6.700 dalam jangka menengah, terutama menjelang kuartal ketiga yang diprediksi menjadi momen rebound," jelas dia.
Investor dapat mencermati saham-saham yang masih menarik di tengah volatilitas pasar, seperti ANTM dengan target Rp 1.700, SCMA dengan target Rp 210, PSAB dengan target Rp 320, dan GOTO dengan target Rp 88 yang memiliki potensi kenaikan seiring dengan stabilisasi sentimen.
"Untuk mempercepat pemulihan IHSG, pemerintah dan regulator perlu mengambil langkah konkret, termasuk transparansi pasar dengan membuka broker summary, kebijakan fiskal yang lebih longgar, serta stabilisasi rupiah. Jika langkah-langkah ini dilakukan dengan baik, investor bisa kembali percaya diri dan membawa IHSG keluar dari tekanan menuju pemulihan yang lebih kuat," tuturnya.

