Waskita Tawarkan 35% Saham Tol Cimanggis-Cibitung ke Bakrie Group, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan mendivestasi sebanyak 35% saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung senilai setara Rp 3,3 triliun. Saham tersebut rencananya ditawarkan kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Bakrie Toll Road atau Bakrie Group.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Operasi Waskita Tollroad Mokh Sadali kepada awak media usai media gathering di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Divestasi 4 Entitas Bernilai Rp 5 Triliun Tahun Ini, Cek Daftarnya!
Waskita menargetkan pelepasan saham tersebut rampung pada Desember 2025. "Kalau aturannya kan, kita harus terlebih dahulu menawarkan saham tersebut kepada BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) yang ada. Terus kita juga terikat perjanjian dengan Bakrie Group," ujarnya.
Sadali menjelaskan, tawaran ke Bakrie Group akan diberikan maksimal hingga 1 Agustus 2025. Namun, apabila dalam periode tersebut Bakrie Group tidak menangkap tawaran tersebut, Waskita kemudian melepas ke BUJT lain.
Mokh Sadali
Dia melanjutkan bahwa dana hasil penjualan saham tersebut akan digunakan untuk membayar utang Waskita. "Ini dipakai untuk membayar hutang yang lama," ungkapnya.
Baca Juga
Bermimpi Jadi Kontraktor Terdepan, Waskita Karya (WSKT) Luncurkan Empat Pilar Pengembangan
Sebagai informasi, Tol Cimanggis-Cibitung dikelola oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dengan rincian kepemilikan saham sebesar 55% oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), 10% oleh Bakrie Group, dan 35% oleh Waskita Karya.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Waskita Karya menargetkan pelepasan atau divestasi proyek-proyek di empat entitas perusahaan tahun 2025. Demikian disampaikan Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga
Waskita Raih Kontrak Pembangunan Gedung DPRD Yogyakarta Senilai Rp 293,8 Miliar
“Target divestasi 2025, yaitu penjualan saham tol Pemalang Batang Toll Road (PBTR), saham PT Cimanggis Cibitung Tollways), saham PT Hutama Marga Waskita), dan divestasi lainnya,” ungkap Hanugroho beberapa waktu lalu.
Adapun divestasi tersebut diharapkan mampu untuk mendatangkan dana segar senilai Rp 10,8 triliun tahun ini. “Semakin cepat, semakin baik kita bisa lakukan divestasi, paling tidak kita bisa mengurangi liabilities yang menjadi kewajiban. Selain itu, target output (divestasi tol) nanti akan mencapai target pendapatan kita di Rp 10,8 triliun pada tahun 2025,” kata Hanugroho.

