Waskita Beton (WSBP) Ungkap Menggarap lebih dari 1.000 Proyek, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sedang menggarap lebih dari seribu proyek yang tersebar di seluruh sales area di Indonesia hingga 30 Juni 2024.
Vice President of Sales WSBP Sena Eka Hanafi mengatakan, area yang pertama di sales area satu mencakup wilayah Sumatera. Saat ini, perseroan sedang menggarap 243 kontrak dengan nilai nominal Rp 648 miliar, seperti proyek tol Kayu Agung-Palembang dan Tol Serang-Panimbang.
Baca Juga
Kontrak Baru WSBP Tumbuh 40% Tembus Rp 1,36 Triliun di Semester I-2024
"Kemudian sales area 2, yaitu wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan juga untuk perwakilan luar negeri, mencapai 269 kontrak dengan nilai Rp 668 miliar, dengan proyek yang masih berjalan yaitu Tol Jakarta Selatan-Cikampek dan Tol Kamal-Taluknaga-Rajeg," kata Sena di Jakarta, Selasa, (20/8/2024).
Tak hanya itu, dia melanjutkan, perseroan juga sedang menggarap proyek di sales area 3 yang mencakup wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan Nusa Tenggara, sebanyak 363 kontrak dengan nominal Rp 203 miliar.
"Kondisi saat ini yang masih kami support yaitu proyek pengendalian banjir dan ROB Loji Banger, lalu kemudian ada juga di Nusa Tenggara kami support LNG yang ada di sana," terangnya.
Baca Juga
WSBP Kantongi Tambahan Kontrak Proyek IKN dan Tol Bocimi Seksi 3 Rp 117 Miliar
Sementara itu, di area Kalimantan yakni sales area 4, WSBP sedang berfokus untuk pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebanyak 217 kontrak dengan nilai Rp 388 miliar. Adapun proyek yang sedang dijalankan yaitu Sekretariat Presiden IKN dan rumah susun aparatur sipil negara (ASN).
"Kita ada di Sulawesi, Maluku dan Papua, sebanyak 66 kontrak dengan nilai Rp 28 miliar. Di mana kami sekarang sedang fokus banyak di Palu, untuk di Jembatan Palu dan kemudian Palu Living Plaza. Lalu kemudian untuk jasa konstruksi kami sendiri, kita ada proyek di Batu Ampar, Batam dan Tol Cimanggis- Cibitung senilai Rp 710 miliar," ucap dia.
Sena menegaskan, sebelum menggarap proyek-proyek yang dijalani, pihaknya perlu melihat overview proyek infrastruktur yang ada di Indonesia.
"Kita melihat adanya peningkatan sebesar 4,68% dari tahun 2023 sebesar Rp 333,55 triliun, yang secara forecasting tahun 2024 ini naik menjadi Rp 349,16 triliun untuk proyek-proyek konstruksi ataupun infrastruktur yang ada di Indonesia," ujarnya.
Grafik IHSG

