Waskita Raih Kontrak Pembangunan Gedung DPRD Yogyakarta Senilai Rp 293,8 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali meraih kontrak baru senilai Rp 293,8 miliar pada awal tahun ini. Kontrak tersebut berupa pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY).
Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita mengatakan, proyek yang terletak di Kota Yogyakarta itu diperkirakan akan selesai pada akhir 2026.
“Waskita Karya merasa bangga, karena bisa kembali dipilih mengerjakan kantor pemerintah daerah. Proyek ini cukup menantang karena sebelumnya, Gedung DPRD DIY sudah ada di jalan Malioboro sejak 1878 dan termasuk kategori bangunan cagar budaya yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah sehingga tidak bisa direnovasi atau dilakukan penambahan area," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima investrotrust.id, Jumat, (14/3/2024).
Karena itu, kata Ermy, diperlukan pembangunan gedung baru di Jalan Kenari, Kecamatan Umbulharjo. Hal itu mengingat kapasitas Gedung DPRD DIY lama belum cukup memfasilitasi kebutuhan area guna menunjang operasional kantor DPRD.
“Nantinya gedung baru itu akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare (ha) dengan luas mencapai 38.544 meter per segi (m2). Selain itu, bangunan tersebut terdiri atas lima lantai dan memiliki tinggi bangunan hingga 33 meter,” jelas Ermy.
Baca Juga
Bermimpi Jadi Kontraktor Terdepan, Waskita Karya (WSKT) Luncurkan Empat Pilar Pengembangan
Ermy merinci lantai satu akan menjadi area parkir, lalu di lantai dua terdapat ruang kerja, ruang wartawan, ruang arsip, dan ruang komisi. Berikutnya di lantai tiga ada ruang anggota, ruang transit gubernur, banquet room, ruang rapat paripurna, serta ruang fraksi.
Sementara ruang Panitia Khusus dan ruang Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) tersedia di lantai empat, sedangkan ruang rapat gabungan, rapat anggaran, rapat badan musyawarah terdapat di lantai lima.
"Kami berupaya agar pembangunan Gedung DPRD DIY ini bukan hanya bangunan bertingkat tetapi juga memiliki tampilan bagus dan dapat mendukung kerja para anggota. Bangunan ini kami desain fungsional, andal, menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, juga kemudahan pengguna," tutur dia.
Guna membantu manajemen proyek konstruksi dari tahap desain hingga pembangunan, kata dia, Waskita mengimplementasikan Building Information Modelling (BIM) 5D. Fungsi penerapan BIM ini, salah satunya memberikan estimasi biaya yang akurat, sehingga mampu membuat pekerjaan proyek lebih efisien.
Baca Juga
Waskita (WSKT) Divestasi 4 Entitas Bernilai Rp 5 Triliun Tahun Ini, Cek Daftarnya!

