Kedoya Adyaraya (RSGK) Umumkan Lompatan Laba 57,62%, Meski Sahamnya masih Disuspend
JAKARTA, investortrust.id – PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), perusahaan emiten rumah sakit yang dikendalikan Emtek ini, melaporkan lomptan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 57,62% dari Rp 25,18 miliar menjadi Rp 39,69 miliar.
Sebaliknya perdagangan saham RSGK sejak 31 Januari 2025 dihentikan sementara (suspendi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat jumlah saham free float di bawah ketentuan.
Baca Juga
Emtek (EMTK) Agresif Borong Saham Sarana Meditama (SAME), Ada Apa?
Manajemen RSGK dalam rilis laporan kinerja keuangan di BEI, Senin (17/3/2025), menyebutkan bahwa peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 373,39 miliar menjadiR p 441,07 miliar. Laba usaha juga melesat dari Rp 29,49 miliar menjadi Rp 55,02 miliar.
Kenaikan tersebut menjadikan laba tahun berjalan RSGK menguat dari Rp 25,09 miliar menjadi Rp 39,59 miliar. Sedangkan laba per saham dasar naik Rp 27,09 menjadi Rp 42,69 per saham.
Baca Juga
RSGK merupakan emiten rumah sakit yang mengelola rumah sakit Kedoya. Sejak akhir 2021, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) bertindak sebagai pengendali dengan menguasai 79,84% saham RSGK. Sdangkan SAME sendiri merupakan perusahaan rumah sakit yang dikendalikan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan kepemilikan 78,5% saham.
Hingga kini, RSGK mengelola dua rumah sakit RS EMC Grha Kedoya dan RS EMC Cibitung.

