Alamtri Resources (ADRO) Cetak Laba Bersih Rp 22,29 Triliun pada 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sebesar US$ 1,38 miliar pada 2024. Jumlah ini setara Rp 22,29 triliun, bila menggunakan kurs Jisdor per 31 Desember 2024.
Laba tersebut didapat dari pendapatan usaha sebesar US$ 2,078 miliar atau Rp 33,58 triliun sepanjang tahun lalu. Manajemen mencatat, pendapatan Alamtri dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga, mencapai US$ 699,65 juta pada 2024. Jumlah ini terbagi atas penjualan ekspor US$ 333,12 juta dan domestik US$ 366,53 juta.
Sedangkan penjualan batu bara ekspor kepada pihak berelasi, sekitar US$ 452,28 juta. Selanjutnya, pemasukan bagi perusahaan dari bisnis jasa pertambangan pada periode tersebut mencapai US$ 848,77 juta.
Pendapatan usaha ADRO sebesar US$ 2,078 miliar menimbulkan beban pokok pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar. Antara lain meliputi beban jasa pertambangan US$ 641,66 juta, beban penjualan batu bara US$ 543,66 juta, serta beban pokok pendapatan lain-lain sebesar US$ 19,36 juta.
Baca Juga
Alamtri Resources (ADRO) Masuk Jajaran 5 Besar Perusahaan Indonesia Terbaik di Asia Pasifik 2025
Sepanjang 2024, Alamtri membukukan volume produksi batu bara sebanyak 6,63 juta ton yang naik 30% dari 5,11 juta ton pada 2023. Sedangkan jumlah mineral yang dijual perseroan tahun lalu mencapai 5,62 juta ton atau naik 26% dari 4,46 juta ton tahun sebelumnya.
Sejalan dengan jumlah tersebut, Alamtri juga mencatatkan volume pemindahan lapisan penutup sebanyak 23,55 juta billion cubic meter (bcm) yang juga meningkat 26% (yoy).
Dilihat dari total aset, perusahaan yang dipimpin Garibaldi Thohir tersebut terpantau masih ada sebanyak US$ 6,7 miliar per 31 Desember 2024, berkurang dari US$ 10,47 miliar pada akhir 2023. Total aset hingga akhir tahun lalu, terdiri atas aset lancar senilai total US$ 2,6 miliar dan jumlah aset tidak lancar sebesar US$ 4,09 miliar.
Pos jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas Alamtri mengalami penurunan lebih dari 20% pada laporan keuangan 2024 tersebut, dibandingkan posisi keuangan periode 2023. Sekretaris perusahaan Alamtri Resources Mahardika Putranto menjelaskan, hal tersebut terutama disebabkan penjualan sebagian besar saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) oleh Alamtri pada 9-11 Desember 2024.
“Sehingga perseroan tidak lagi mengkonsolidasikan laporan keuangan AADI dan anak-anak perusahaan Grup AADI dan menghentikan pengakuan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas dari Grup AADI,” tulis Mahardika dalam keterangan remis, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga
Alamtri Resources (ADRO) Berpeluang Bagikan Dividen Rp 8,58 Triliun di 2025, Sahamnya Layak Dilirik!
Penghentian konsolidasi dan pengakuan jumlah aset Grup AADI tersebut mengakibatkan pos jumlah aset Alamtri pada laporan keuangan 2024 mengalami penurunan sebesar 35,91% (yoy).
Pada perbandingan periode yang serupa, ALamtri tercatat masih memiliki tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total US$ 1,33 miliar, terdiri dari liabilitas jangka pendek US$ 647,39 juta dan liabilitas jangka panjang US$ 683,9 juta.
Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas US$ 5,37 miliar per 31 Desember 2024, turun dari US$ 7,4 miliar di akhir tahun sebelumnya. (Zsazya Senorita)

