20 Emiten Antre IPO Saham, OJK Ungkap Sektornya
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan sebanyak 20 perusahaan sedang dalam antrean (pipeline) untuk menggelar penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025.
“Hingga kini sudah ada sebanyak 20 emiten yang masuk pipeline kita untuk menggelar IPO saham tahun ini,” kata Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi Konferensi Pers dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK secara daring, Selasa, (4/3/2025).
Baca Juga
OJK akan Atur Batas Minimal Free Float IPO Saham, Ini Tujuannya
Lebih lanjut, Inarno menjelaskan, 20 perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti saham sektor manufaktur, food and beverage, transportasi, dan beberapa bergerak di bidang jasa lainnya.
“Namun demikian detailnya, kami memang belum bisa untuk ungkap, karena baru bisa dibuka ke public, apabila sudah ada izin publikasi untuk melakukan book building,” jelas Inarno.
Selain itu, Inarno mengutarakan, OJK akan terus meningkatkan kualitas emiten yang menggelar IPO saham. Peningkatan akan dilakukan dengan pendekatan yang bersifat komprehensif dan melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penawaran umum.
“Kita akan mendorong bursa, penjamin emisi efek, serta profesi penunjang untuk memastikan kredibilitas calon emiten melalui penelahan atau due diligence yang lebih baik,” jelas dia.
Baca Juga
Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 23 perusahaan besar yang antre untuk melakukan IPO. Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan skala besar adalah yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar.
“Hingga saat ini, terdapat 24 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, beberapa waktu lalu.
Selain 23 perusahaan beraset di atas Rp 250 miliar, BEI juga mencatat 1 perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50-250 miliar yang masuk pipeline IPO.

