IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Anjlok 1,34% Terseret Koreksi Saham Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (4/3/2025), ditutup berbalik anjlok sebanyak 87,12 poin (1,34%) menjadi 6.432,54. Padahal, pembukaan perdagangan sempat menguat.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 3,15%, sektor material dasar 3,17%, sektor consumer primer 2,06%, sektor industry 0,87%, sektor property 1,51%, sektor teknologi 1,41%, and sektor infrastruktur 1,02%. Sebaliknya penguatan tipis hanya melanda saham sektor keuangan 0,02%.
Baca Juga
Penurunan indeks kali ini dipicu atas kejatuhan saham grup Prajogo Pangestu, seperti saham BREN, TPIA, CUAN, dan PTRO. Penurunan dalam juga disumbangkan saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro, yaitu RAJA dan RATU.
Meski IHSG anjlok, penguatan hingga auto reject atas (ARA) melanda saham PT Pradisi Gunatama Tbk (PGUN) sebanyak 24,80% menjadi Rp 780 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,69% menjadi Rp 1.515.
Kenaikan juga melanda saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 14,18% menjadi Rp 161, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menguat 10,90% menjadi Rp 468, dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat 10% menjadi Rp 2.640.
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 249,06 poin (3,97%) menjadi 6.519 dengan pPemodal asing mulai merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di pasar regular mencapai Rp 170 miliar kemarin dipicu aksi net buy saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 127,74 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 86,56 miliar.
Baca Juga
Harga Emas Melemah Seiring Penerapan Tarif Baru AS terhadap Kanada dan Meksiko
Kenaikan ini ditopang penguatan seluruh sektor saham, yaitu saham saham sektor material dasar 4,12%, sektor keuangan 3,46%%, sektor consumer non primer 2,92%, sektor industry 2,70%, sektor energi 2,46%, sektor property 2,62%, dan sektor infrastruktur 3,35%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan.
Penguatan pesat tersebut didukung kenaikan seluruh saham emiten kapitalisasi pasar besar atau big cap, seperti saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 11,19% menjadi Rp 7.450, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 9,23% menjadi Rp 3.670, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,45% menjadi Rp 8.800, dan PT Bank MandiriT bk (BMRI) naik 6,52% menjadi Rp 4.900, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,49% menjadi Rp 6.400, and PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 2,20% menjadi Rp 19.700.

