Begini Potensi Cuan Saham BBRI dan BMRI Usai Peringkatnya Direvisi Naik JP Morgan hingga Jelang Dividen
JAKARTA, investortrust.id – JP Morgan sebelumnya telah merevisi naik peringkat saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Sedangkan harga saham BBRI dan BMRI saat ini ditransaksikan di bawah target harga yang diberikan JP Morgan dan sejumlah analis lainnya.
Analis JP Morgan Harsh Wardhan Modi merevisi naik peringkat saham BBRI dari overweight menjadi netral dengan target harga Rp 4.200. Sedangkan pada perdagangan saham intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/3/2025), saham BBRI menguat Rp 30 (0,82%) menjadi Rp 3.700.
Sebelum JP Morgan, dua sekuritas lainnya telah mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI. Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.300. Sekuritas ini menyebutkan bahwa pergerakan harga saham BBRI dalam jangka pendek masih penuh tantangan, tapi saham ini tetap menarik.
Baca Juga
Begitu juga dengan Verdhana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.000. Target harga ini didasarkan analisis DuPoont dengan risk free rate 6,5%, ROE sekitar 9,3%, dan beta 0,85 kali.
Selain BBRI, JP Morgan juga merevisi naik peringkat saham BMRI dari underweight menjadi netral dengan target harga Rp 5.100. Sedangkan pergerakan intraday sesi I, saham BMRI turun sekitar Rp 30 (0,61%) menjadi Rp 4.870.
Prospek menggiurkan atas saham BMRI juga sebelumnya diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas. Saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.900. Target harga tersebut telah mempertimbangkan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan Januari 2025 sudah sesuai ekspektasi.
Baca Juga
Meski Harga Terpangkas 16% Sepekan, Sekuritas Ini Sebut Saham Bank Mandiri (BMRI) masih Menarik!
Rekomendasi beli saham BMRI juga datang dari analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga lebih dahsyat lagi mencapai Rp 7.100.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PB BMRI tahun 2025 sekitar 1,9 kali. Target harga tersebut menggambarkan kualitas aset yang kuat dan kuatnya simpanan perseroan hingga realisasi kinerja keuangan Januari 2025 sudah sesuai harapan.
Jelang Dividen
Selain target harga saham masih menggiurkan dua saham bank BUMN terbesar milik negara tersebut, sentimen positif lainnya datang dari rencana pembagian dividen tahun buku 2024. Diprediksi rasio dividen kedua saham bank tersebut menawarkan yield menggiurkan.
Dalam keterbukaan informasi diungkap bahwa BBRI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 24 Maret 2025. RUPS tersebut mengagendakan persetujuan penggunaan laba bersih atau dividen, dan persertujuan pengkinian rencana aksi pemulihan BRI, dan persetujuan pembelian kembali (buy back) saham dengan target dana siap digelontorkan Rp 3 triliun.
Baca Juga
OJK Ungkap Target Pertumbuhan Kredit Bank 9-11% Masih Realistis
Terkait dividen, BRI menggelontorkan Rp 319 per saham untuk tahun buku 2023, yaitu dividen interim Rp 84 per saham dan dividen final Rp 235 per saham.
Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) akan menggelar RUPS pada 25 Maret 2025. Beberapa agenda RUPS tersebut, yaitu persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2024 untuk dividen, persetujuan pengkinian rencana aksi perseroan, perubahan susunan pengurus perseroan, dan persetujuan buy back saham.
Bank Mandiri (BMRI) sebelumnya menggelontorkan dividen senilai Rp 33,03 triliun dari raihan laba bersih tahun 2023. Rasio dividen tersebut setara dengan 60% atau mencerminkan Rp 353,95 per saham.
Grafik Saham BMRI dan BBRI Ytd

