IHSG Sesi I Berbalik Anjlok 2,14% Terset Saham Bank dan Beberapa Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), berbalik anjlok sebanyak 136,52 poin (2,14%) menjadi 6.245, dibandingkan dengan dua hari sebelumnya ditutup naik buruntun.
Faktor utama kejatuhan IHSG sesi I datang dari penurunan dalam saham-saham bank, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, hingga BBRI. Penurunan juga dipicu berbalik melemahnya sejumlah saham besutan Prajogo Pangestu, seperti BREN, CUAN, BRPT, dan PTRO. Hanya TPIA yang ditutup naik tipis.
Secara sektor, penurunan terdalam dicatatkan saham sektor consumer primer mencapai 3,02%. Penurunan di atas 2% juga melanda saham sektor material dasar, keuangan, kesehatan, property, infrastruktur. Sebaliknya saham teknologi naik tipis.
Baca Juga
Lima Saham Bank Besar Ini Mendadak Turun Bersamaan, Bagaimana Target Harganya
Meski IHSG melemah dalam, sejumlah saham masih berhasil torehkan penguatan, bahkan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 25% menjadi Rp 2.750. Kenaikan juga melanda saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) sebanyak 20% menjadi Rp 108, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 14,53% menjadi Rp 4.730, PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik 14,50% menjadi Rp 150, dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) naik 6,57% menjadi Rp 146.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), dan PT Suyramas Dutamakmur Tbk (SMDM).
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 70,01 poin (1,11%) menjadi 6.381,67 dan pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 499,36 miliar. Net sell terbanyak kembali melanda empat bank saham bank besar.
Baca Juga
Penguatan ditopang atas kenaikan pesat saham big cap, yaitu dua emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 15,10% menjadi Rp 7.050 dan BREN melesat 5,66% menjadi Rp 5.600. Penguatan juga ditopang lompatan saham data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725 dan AMMN menguat 9,17% menjadi Rp 6.250.
Secara sectoral, saham sektor teknologi catatkan kenaikan paling pesat mencapai 9,84%, disusul sektor material dasar 2,49%, sektor energi 0,85%, sektor consumer primer 0,56%, dan sektor transportasi 1,89%. Sebaliknya sektor consumer non primer, keuangan, dan kesehatan turun.

